WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT.Sabtu 7/02/2026.Musibah kecelakaan kerja yang merenggut masa depan seseorang seketika tidak selalu mampu memadamkan harapan. Hal itulah yang tergambar dalam kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, yang didampingi Abah Muda (Pemuda Akhir Zaman), kepada Parid Nurjaman, warga Kampung Cilemah Wetan RT 02 RW 11, Desa Samarang, Kecamatan Samarang, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Parid Nurjaman mengalami kecelakaan kerja serius akibat tersengat listrik saat bekerja di Pangandaran pada 29 September 2025. Insiden tersebut mengakibatkan tangan kiri Parid harus diamputasi. Tak hanya itu, tangan kanannya mengalami kelumpuhan, disusul kondisi kedua kaki yang tidak lagi berfungsi secara normal. Sejak peristiwa tersebut, kehidupan Parid dan keluarganya berubah drastis.
Kini Parid bersama sang istri, Nesa, harus tinggal menumpang di rumah ibunya di Kampung Cilemah Wetan. Dalam keterbatasan fisik dan ekonomi, mereka berupaya menjalani hari demi hari dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati.
Kunjungan kemanusiaan tersebut dilakukan bersama Ena Rodiah dan Angga Prasetya, pekerja sosial dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, salah satu unit kerja Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kehadiran mereka menjadi penguat moril sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah warga yang tertimpa musibah.
Dalam kesempatan itu, Sentra Terpadu Pangudi Luhur menyalurkan bantuan berupa kasur, paket sembako, family kit, serta obat-obatan untuk Parid. Sementara itu, Yudha Puja Turnawan turut memberikan tali asih berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian pribadi sekaligus tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber, seperti CSR perusahaan dan BAZNAS, untuk membantu Kang Parid dan keluarganya agar bisa bangkit dan menjalani hidup dengan lebih layak,” ujar Yudha.
Di tengah luka dan kehilangan, kunjungan ini menjadi penanda bahwa empati, kolaborasi, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan adalah fondasi penting dalam menumbuhkan harapan. Bagi Parid Nurjaman, tangan boleh hilang, namun semangat untuk bertahan dan bangkit tetap menyala.(opx)


