WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
KECEWA MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN RS KEMENKES CPI MAKASSAR – PASIEN KIS DILAYANI LAMBAT, TIDAK DIBERI SARAPAN, DAN DISURUH PULANG SEMENTARA
(Makassar, 15 Desember 2025) – Seorang pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) mengalami pengalaman yang sangat tidak memuaskan ketika berobat di Ruang Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) CPI Makassar – sebuah rumah sakit baru yang baru-baru ini beroperasi di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pasien yang mengalami panas selama 3 hari dan sakit kepala selama 4 hari sebelumnya, mengaku dilayani dengan tidak maksimal, pelayanan lambat, dan bahkan tidak mendapatkan perawatan yang layak meskipun sudah rawat inap di UGD.
Kisah pasien tersebut mulai ketika ia dibawa ke RS Kemenkes CPI. Sebagai rumah sakit baru yang diharapkan menjadi tambahan fasilitas kesehatan layak di kota Makassar, harapan masyarakat terhadap pelayanannya ternyata tidak terpenuhi. Meskipun awalnya diterima karena memegang KIS, proses pelayanan ternyata sangat lambat. “Selama 1 jam baru saya diinfus dan diambil darahnya,” ujar pasien yang memilih tidak menyebutkan nama. Bahkan, ketika meminta selimut karena merasa dingin, pihak rumah sakit menyatakan kehabisan, dan baru diberikan setelah pasien meminta secara paksa.


Setelah hasil pemeriksaan darah keluar dan dinyatakan dalam kondisi yang baik, panas pasien ternyata belum turun. Namun, tanpa alasan yang jelas, infus pasien dicabut dan ia disuruh pulang. Padahal, pasien merasa masih belum sembuh dan membutuhkan perawatan lebih lanjut. “Saya merasa masih lemah dan panasnya belum hilang, tapi dokter malah menyuruh pulang secepatnya,” katanya.
Keadaan lebih parah ketika pasien yang sudah rawat inap di UGD tidak diberikan sarapan oleh pihak rumah sakit. Ia hanya bisa makan sarapan yang dibawa dari rumah oleh keluarga. “Saya sudah tinggal semalam di UGD, tapi tidak ada sarapan sama sekali. Kalau tidak ada keluarga yang bawa, saya pasti kelaparan,” ujar pasien dengan nada kesal.

Selain itu, pasien juga mengaku bahwa ruangan rumah sakit – meskipun baru dibangun – sangat sepi dan tidak ada dokter atau perawat yang standby ditempat, meskipun masih ada pasien yang sedang berobat atau menunggu pulang. “Saya sering melihat ruangan UGD kosong, dan dokter serta perawat jarang terlihat. Padahal, kita butuh bantuan kapan saja. Saya kecewa karena ini rumah sakit baru, seharusnya pelayanannya lebih baik,” katanya.
Kondisi ini membuat masyarakat khawatir, terutama para pemegang KIS yang mengandalkan rumah sakit pemerintah untuk perawatan kesehatan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah pelayanan buruk ini disebabkan karena pasien adalah pemegang KIS ataukah RS Kemenkes CPI – sebagai rumah sakit baru – belum siap secara total untuk beroperasi dan melayani masyarakat. “Ini rumah sakit pemerintah baru, yang seharusnya menjadi harapan masyarakat kurang mampu dengan pelayanan yang baik. Tapi kenapa hasilnya malah membuat kecewa?” tanya salah satu warga yang mendengar cerita pasien.
Masyarakat mengajak Gubernur Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kasus ini secara cepat. Mereka mengharapkan pemerintah melakukan pengecekan terhadap pelayanan di RS Kemenkes CPI dan mengambil langkah perbaikan agar rumah sakit baru ini benar-benar dapat memberikan manfaat dan akses kesehatan yang layak serta terjangkau, terutama bagi para pemegang KIS.
“Kita harap gubernur segera menindaklanjuti ini. Rumah sakit pemerintah baru seharusnya menjadi tempat yang dapat dipercaya masyarakat, bukan sumber kecewa. Jangan biarkan masyarakat kurang mampu yang sudah berusaha mendapatkan KIS harus menderita karena pelayanan yang tidak maksimal di fasilitas yang seharusnya modern dan baik,” tegas seorang aktivis masyarakat di Makassar.
Pihak RS Kemenkes CPI sampai saat ini belum memberikan tanggapan apapun terkait laporan pelayanan buruk yang dialami pasien tersebut. Masyarakat terus menunggu klarifikasi dan langkah perbaikan dari pihak rumah sakit serta pemerintah daerah agar rumah sakit baru ini dapat beroperasi sesuai harapan.
Publish by DW
Artikel ini masuk dalam: Kesehatan, #Forkopinda, #Gubernursulsel, Berita Terkini Terbaru, Kesehatan.













