WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut. 28/01/2028.Krisis stok darah tengah membayangi Kabupaten Garut. Seluruh golongan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Garut dinyatakan kosong, sebuah kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan banyak nyawa.
Menyikapi situasi genting tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, turun langsung menggerakkan aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah massal pada Rabu, 28 Januari 2026.
Yudha mengungkapkan bahwa sekitar pukul 10.00 WIB ia baru mengetahui kondisi kritis stok darah di PMI Garut. Bahkan, golongan darah O yang paling banyak dibutuhkan, telah kosong selama satu pekan terakhir.

“Secara data memang tercatat ada 213 labu darah, tetapi semuanya sudah memiliki peruntukan khusus untuk penderita thalasemia. Jadi, untuk kebutuhan darurat lainnya, kondisi ini bisa dikatakan kosong,” ujarnya.
Sebagai respons cepat, kegiatan donor darah digelar serentak di sejumlah titik strategis, yakni Puskesmas Kersamenak Tarogong Kidul, Kantor Pajak Pratama, Kecamatan Selaawi, serta Kantor PMI Garut di Jalan Proklamasi, Desa Jayaraga, yang dibuka hingga pukul 19.00 WIB.
Hasilnya mulai terlihat. Di Puskesmas Kersamenak terkumpul 41 labu darah, sementara di Kantor Pajak Pratama berhasil dihimpun 27 labu darah. Adapun di Kantor PMI Garut, hingga pukul 14.30 WIB, telah terkumpul 26 labu darah.
Yudha menyebutkan bahwa kehadiran para pejabat dan masyarakat umum menjadi penyemangat tersendiri. Salah satunya Kabid Dishub Garut, Dedi, yang dikenal sebagai pendonor darah rutin.
Tak sekadar mengajak, Yudha bahkan memilih untuk stand by seharian penuh di Kantor PMI Garut. Ia menyediakan berbagai doorprize menarik, seperti mesin cuci, dispenser, dan kompor gas, sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat, khususnya pendonor pemula.
“Ini bukan soal hadiah, tapi bagaimana kita mendorong kesadaran. Kita butuh pendonor baru, terutama dari kalangan anak muda,” tegasnya.
Dengan jumlah penduduk Kabupaten Garut yang telah mencapai sekitar 2,9 juta jiwa, kebutuhan darah terus meningkat. Bukan hanya untuk penderita thalasemia, tetapi juga bagi pasien rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah dalam kondisi darurat.
Yudha juga menekankan bahwa donor darah tidak hanya menyelamatkan orang lain, tetapi juga membawa manfaat kesehatan bagi pendonornya.
“Donor darah itu menyehatkan, terutama bagi kaum pria. Jika tidak rutin donor, zat besi bisa menumpuk di dalam tubuh,” jelasnya.
Ke depan, Yudha berkomitmen untuk mendorong program donor darah jemput bola ke sekolah-sekolah dan kampus. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk menjadwalkan kegiatan donor darah di lingkungan perguruan tinggi.
Harapannya sederhana namun bermakna: lahirnya pendonor-pendonor baru yang berkelanjutan, sehingga ketersediaan darah di PMI dan rumah sakit di Kabupaten Garut tetap terjaga.
“Donor darah adalah aksi kecil dengan dampak besar. Setetes darah kita bisa menjadi penentu hidup bagi sesama,” pungkasnya.(opx)
Artikel ini masuk dalam: Informasi Seputar Garut.













