Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Berita

Menu Hiu Goreng Program MBG di Ketapang Jadi Sorotan Usai Keracunan

Aninggell verified

Menu Hiu Goreng Program MBG di Ketapang Jadi Sorotan Usai Keracunan Perbesar

Menu Hiu Goreng Program MBG di Ketapang Jadi Sorotan Usai Keracunan

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

KETAPANGMenu hiu goreng dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah 24 siswa dan seorang guru SDN 12 Benua Kayong mengalami gejala keracunan makanan.

Menu Sesuai Kearifan Lokal

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa penggunaan menu hiu goreng didasarkan pada kearifan lokal. Menurutnya, ikan hiu merupakan makanan yang lazim dikonsumsi masyarakat Ketapang dan harganya lebih terjangkau dibandingkan di daerah lain.
“Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, ya kita gunakan,” kata Nanik di Cibubur, Jakarta, Kamis (25/9).
Ia menyebut, menu hiu goreng baru dua kali diberikan di sekolah tersebut. “Kalau di sana memang biasa dihidangkan hiu, jadi ya diberikan. Kalau di Jakarta kan mahal sekali,” jelasnya.

Evaluasi Setelah Kasus Keracunan

Nanik menegaskan bahwa BGN tidak akan lagi menggunakan menu yang terbukti memicu keracunan, sekalipun dianggap bagian dari kearifan lokal.
“Saya tegaskan kalau ada makanan yang diidentifikasi sebagai hal yang membuat keracunan, kita nggak akan pakai di wilayah itu, sekalipun banyak,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil investigasi menunjukkan kasus tersebut tidak sepenuhnya disebabkan keracunan, melainkan juga ada faktor alergi makanan.
“Ini ada keracunan dan ada alergi, ini tumpang tindih. Misalnya anak-anak alergi udang, bahkan ada yang alergi mayonaise,” jelasnya.

Kemungkinan Kelalaian di Lapangan

Menurut Nanik, sebelum program berjalan, sudah dilakukan pendataan alergi siswa di sekolah-sekolah. Namun, ia tidak menampik adanya kelalaian teknis di lapangan yang berkontribusi terhadap kejadian di Ketapang.
“Pendataan sudah dilakukan, tapi memang bisa saja ada hal-hal teknis yang terlewat saat pelaksanaan,” ujarnya.

Total 25 Korban Keracunan

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, mengonfirmasi bahwa total korban keracunan mencapai 25 orang, terdiri dari 24 siswa dan satu guru. Delapan korban tambahan sempat masuk rumah sakit pada Selasa malam.
“Gejala yang dialami umumnya mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap menu makan siang ikan hiu goreng,” ungkap Feria.

BGN Lakukan Perbaikan Sistem

Kasus ini menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia. BGN memastikan, aspek keamanan pangan akan diperketat, termasuk dalam pemilihan menu yang mengacu pada kearifan lokal tetapi tetap memperhatikan standar gizi dan kesehatan.
“Tujuan utama MBG adalah memberikan makanan sehat, bergizi, dan aman. Jadi tentu ada perbaikan sistem agar kasus serupa tidak terulang,” tutup Nanik.


Program MBG di Kecamatan Malangbong Berjalan Kondusif,Siswa SDN 2 Cinagara Nikmati Sajian Dengan Lahap

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Aninggell

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Dinobatkan sebagai Badan Publik Terbaik Nasional, Polri Raih Arkaya Wiwarta Prajanugraha dalam Monev KIP 2025

15 Desember 2025 - 18:32

Bikers Brotherhood dan PALAWA Unpad Salurkan Bansos Aceh

Bikers Brotherhood dan PALAWA Unpad Salurkan Bansos Aceh

13 Desember 2025 - 19:51

Pangdam XIV/Hasanuddin Gelar Baksos Hari Juang Kartika, Dandim 1408/Makassar Pimpin Joyride Mobil Maung Dorong Kedamaian di Kecamatan Tallo

12 Desember 2025 - 23:52

Bantuan PALAWA Unpad untuk Korban Bencana Sumatera

Bantuan PALAWA Unpad untuk Korban Bencana Sumatera

11 Desember 2025 - 13:59

Penggalangan Donasi PPSI untuk Korban Bencana Sumatera Capai Rp14,8 Juta

Penggalangan Donasi PPSSI untuk Korban Bencana Sumatera

8 Desember 2025 - 04:50