WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut, 18 Februari 2026 —
Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut yang diselenggarakan di lingkungan DPRD jalan Patriot no 2 Kabupaten Garut Rabu 18 September 2026,menjadi perhatian sejumlah kalangan, baik dari unsur masyarakat maupun insan pers.
Kegiatan yang dikemas sebagai bagian dari rangkaian “pesta rakyat” tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan semangat partisipasi publik sebagaimana makna yang terkandung dalam istilah tersebut. Beberapa warga menyampaikan pertanyaan dan harapan agar momentum hari jadi daerah benar-benar menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat luas, bukan terbatas pada kalangan pejabat dan tamu undangan tertentu.
Sejumlah pihak menilai bahwa kehadiran masyarakat umum dalam kegiatan tersebut relatif terbatas. Padahal, Hari Jadi Kabupaten Garut merupakan momentum historis yang semestinya dirasakan dan dirayakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. Aspirasi ini muncul sebagai bentuk harapan agar ke depan konsep “pesta rakyat” dapat lebih terbuka dan memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga.

Selain sorotan terkait partisipasi masyarakat, perhatian juga datang dari kalangan wartawan yang hadir melaksanakan tugas peliputan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat keluhan mengenai mekanisme dan distribusi logistik kepada awak media. Beberapa jurnalis menyampaikan bahwa masih terdapat logistik di dalam ruangan, namun tidak seluruh wartawan yang hadir dan tercatat dalam buku tamu memperoleh pembagian tersebut.
Para jurnalis yang melakukan peliputan juga menyebutkan bahwa mereka menerima uang pengganti operasional sebesar Rp30.000. Nilai tersebut kemudian menjadi perbincangan di kalangan insan pers, terutama dalam konteks profesionalitas, penghargaan terhadap kerja jurnalistik, serta transparansi dalam pengelolaan kegiatan resmi pemerintahan.
Sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik, insan pers berharap adanya perlakuan yang adil, proporsional, dan transparan dalam setiap kegiatan resmi. Hal ini dinilai penting guna menjaga hubungan kelembagaan yang sehat antara pemerintah daerah dan media, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Sejumlah pihak juga mendorong agar evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Hari Jadi Kabupaten Garut dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Momentum hari jadi seharusnya menjadi refleksi bersama atas perjalanan panjang daerah, sekaligus memperkuat komitmen terhadap prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi publik.
Apabila dipandang perlu, pihak penyelenggara diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai masukan yang berkembang. Klarifikasi tersebut diharapkan mampu menjawab pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat serta memastikan bahwa setiap kegiatan pemerintah daerah berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik (good governance).
Dengan demikian, peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut ke depan diharapkan benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat, menghadirkan rasa kebersamaan, serta mencerminkan semangat pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan.
(Abang)
Artikel ini masuk dalam: Kebebasan Pers.













