Menu

Mode Gelap

Olahraga

Rd.H.Piar Pratama Kini Pimpin Perguruan Silat Pager Kencana Indonesia

verified

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

Pager kancana indonesia merupakan salah satu perguruan silat yang historis di indonesia yang beridiri sejak tahun
Pager Kancana merupakan salah satu perguruan pencak silat dan merupakan salah satu aset budaya bangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladriri ini pada sekitar tahun 1550-an dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemjuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini. Saat ini Pager Kancana merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT ( International Pencak Silat Federation )

Perguruan Pencak Silat Pager Kancana didirikan pada tahun 1930 bersama-sama dengan 4 Perguruan lainnya, yaitu SIMPAY KANCANA, PAKU KANCANA, SEKAR KANCANA dan PAYUNG KANCANA, adapun maksud nama-nama Pandel Perguruan menggunakan nama Kancana yang artinya persahabatan yang sekaligus persaudaraan, mengandung tujuan tersendiri yang harus dimengerti dan dipahami oleh seluruh keluarga besar Perguruan Pager Kancana.
Tahun 1929 merupakan awal perencanaan berdirinya Perguruan, dimana saat itu lima orang tokoh Persilatan Jawa Barat mengadakan pertemuan sekaligus bermusyawarah dengan maksud mengikrarkan diri dalam satu wadah perguruan Pencak Silat dan sebagai langkah pertama, kelima tokoh yang terdiri dari Bapak Rd. bardjah (Cigereleng), Bapak DJUKI (Jembar/Cicadas), Bapak MILIYU (Pangarang), Bapak ADAS (Sukajadi) dan Bapak IYAN (Gg. Adi Suren) telah bersepakat menunjuk Mama SOEKARMA Menjadi sesepuh dalam wadah ini, setelah beberapa kali mengadakan rembugan/pertemuan untuk menentukan nama dan pandel perguruan. Akhirnya setahun kemudian (tahun 1930) kelima tokoh serta sesepuh mengadakan pertemuan kembali di jalan Jembar (rumah Bapak DJUKI) dan menghasilkan beberapa keputusan antara lain :

Nama dan Pandel Perguruan

Pemegang Perguruan
Nama dan Pandel Perguruan saat itu juga diserahkan kepada kelima tokoh tersebut diatas, dengan nama :

PAGER KANCANA diserahkan kepada Bapak Rd. BARDJAH
PAKU KENCANA diserahkan kepada Bapak DJUKI
SIMPAY KANCANA diserahkan kepada Bapak MILIJU
SEKAR KANCANA diserahkan kepada Bapak ADAS
PAYUNG KANCANA diserahkan kepada Bapak IJAN
Adapun nama dan Pandel Perguruan mengandung arti, sebagai berikut :

PAGER diartikan sebagai Benteng
PAKU diartikan sebagai Penguat
SIMPAY diartikan sebagai Pengikat
SEKAR diartikan sebagai Pengembangan/Publikasi
PAYUNG diartikan sebagai Penasehat
Sedangkan KANCANA mengandung arti Sahabat/Persaudaraan, setelah kelima tokoh menerima Nama dan Pandel Perguruan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, selanjutnya bersama-sama melakukan ikrar dengan meneteskan darah dari ujung jari masing-masing dan dimasukan kedalam segelas air dibagikan kepada lima tokoh tersebut dan diminum.

Latar belakang kelima tokoh dalam mempelajari ilmu silatnya terdiri dari beberapa aliran Cimande, Buang Kelid, sedangkan yang lainnya dari beberapa Cikalong, Sera, Cikaret, Ciwaringin dan macam-macam teknik aliran lainnya.

Pandel Perguruan Pencak Silat Pager Kancana diresmikan tanggal 12 Mei 1933 di Cigerelang Bandung, sebagai penerima Pandel sekaligus sebagai Guru Besar Perguruan, Bapak Rd. BARDJAH berupaya keras mengembangkan nama perguruan keempat penjuru mata angina selain mengajarkan ilmu Pencak Silat, beliau memamfaatkan keahliannya sebagai alat perjuangan untuk mengusir penjajah di bumi Indonesia yang kita cintai.

Perjalanan waktu terus melaju, namun nilai sejarah tidak dapat dihapuskan begitu saja, dan untuk mempertahankan sejarah itu sendiri, Bapak Rd. BARDJAH menurunkan seluruh kemampuannya ilmu silatnya kepada Putra-putrinya untuk terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai warisan budaya Bangsa.

Pada tanggal 2 Februari 1962 Pandel Perguruan diserahkan kepada putra didiknya yaitu Bapak ODID SOEPARDI BARDJAH, sehubungan dengan keadaan kesehatan beliau tidak memungkinkan untuk terus mengajar ke berbagai tempat, sejak saat itu tanggung jawab Perguruan dipegang oleh Bapak Rd. DADANG ZAKARIA BARDJAH (Alm) dibantu didampingi Bapak ODID SOEPARDI BARDJAH (Alm) dengan Bapak Rd. LALA SOETRISNA BARDJAH (Alm) Serta oleh adiknya yaitu mereka bahu membahu untuk mempertahankan Paguron tersebut agar tetap eksis.

Pada tanggal 15 Juli 1974 Bapak Rd. BARDJAH sebagai sosok insan persilatan telah dipanggil oleh Allah SWT, berpulang kerahmatullah untuk selama-lamanya (Innalillahi wainnalillahi rajiun), namun demikian pengukiran prestasi beliau masih melekat dalam jiwa para pesilat, dimana beliau pernah meraih medali emas pada Pekan Olah Raga Nasional ke I di Sala tahun 1948 dan pada Pekan Olah Raga Nasional ke II di Medan tahun 1951.Selanjutnya pengukiran prestasi diikuti oleh penerus perguruan diantaranya Bapak Odid Soepardi Bardjah meraih medali emas pada Pekan Olah Raga Nasional ke V di Bandung tahun 1961, meraih medali di Operasi dan kegiatan lainnya.

Mental juara bagi Perguruan Pencak SilatPager Kancana sudah terukir sejak sejak lama dari mulai Guru Besar I yaitu Bapak Rd. Bardjah (Alm) dilanjutkan guru besar II yaitu Bapak Odid Soepardi Bardjah dan sampai sekarang keberadaan Perguruan Pencak Silat Pager Kancana selalu tampil dalam setiap kejuaraan baik tingkat regional, nasional. maupun internasional.

Kita sebagai anggota perguruan tentunya pengukiran prestasi yang diperbuat oleh para sesepuh dapat dijadikan motivasi juang untuk lebih meningkatkan latihan dengan penuh keyakinan dan kesungguhan.

Seiring bergulirnya waktu dan perkembangan zaman pager kancana tetap tegak berdiri dimana
Putra putra guru besar masih tetap mempertahankan warisan leluhur tersebut

Yaitu oleh H.Dedi Soepardi purtra dari H.Odid Soepradi Barjah

Rd.Cucun Samsudin .Sh Putra Dari Rd.Dadang Zakaria Barjah dibantu Oleh Kakaknya Yaitu Edi Rosadi ,Asyikin Dedi dan Adiknya Yogi Subarjah

Dan kini nahkoda Kepemimpinan Organisasi Perguruan Dipegang Oleh Sosok Muda Yang Masih Mempunyi ikatan darah lansung dari Pendiri sekaligus Guru besar yang merupakan Cucu Guru besar Yaitu “Rd.H.Piar Pratama.S.SH yang sering di panggil akrab Kang Arvi atau Om Vi

Pencak silat sebagai seni beladiri warisan moyang bangsa kita, telah melalui perjalanan panjang. Ketika kepulauan Nusantara ini masih terdiri dari kerajaan – kerajaan, para bangsawan dan kesatrianya menjadikan silat sebagai sebuah kebanggan tersendiri karena disaat itulah kerajaan-kerajaan di Nusantara mencapai kejayaannya, tak pernak ditaklukan oleh kerajaan manapun. Keperkasaan bangsa kita dahulu kala karena menyadari, memahami dan menjadikan silat sebagai akar pertahanan diri dan strategi mereka.

Nilai sejarah tidak dapat dihapuskan begitu saja untuk mempertahankan sejarah itu sendiri kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban dalam melestarikannya dan tetap menjunjung tinggi Seni Budaya leluhur kita.

Aspek dan nilai perkembangannya, system beladiri yang bernama Pencak Silat itu memiliki nilai etis untuk menginternalisasikan ajaran moral, nilai teknis untuk membela diri, nilai seni untuk hiburan dan kesenangan serta nilai olahraga untuk menjaga kesehatan, kebugaran, ketahanan dan ketangkasan jasmani. Tampilan luar (outside appearance) dari nilai-nilai pencak silat adalah mental spiritual, beladiri, seni dan olahraga, yang semua itu merupakan aspek Pencak Silat.

Istilah Pencak Silat merupakan kata majemuk yang berasal dari istilah lokal Pencak dan Silat, kedua kata tersebut mempunyai pengertian yang sama. Pencak Silat untuk pertama kalinya tercantum dalam Anggaran Dasar IPSI pertama, hasil kongres pertama IPSI pada tanggal 22-23 Desember 1950 di Yogyakarta, dimana dinyatakan bahwa IPSI adalah singkatan dari “Ikatan Pencak Silat Indonesia” dan didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta Indonesia.

Berdasarkan jati dirinya, Pencak Silat dapat didefinisikan secara holisyic sebagai suatu system beladiri yang mempunyai nilai-nilai pengendalian diri, pembelaan diri, keindahan dan keserasian gerak serta pembentukan ketangkasan, kebugaran dan ketahanan fisik berdasarkan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, Perguruan Pencak Silat Pager Kancana sebagai salah satu Perguruan historis di Jawa Barat khususnya kota Bandung, masih tetap eksis mengembangkan dan membina masyarakat dan pelajar untuk mempelajari Seni Beladiri Budaya Warisan luhur bangsa Indonesia serta membina atlet-atlet berprestasi secara berjenjang dan berkesinambungan.

Peningkatan untuk mengikuti kompetisi mutlak diperlukan karena akan menghasilkan atlet-atlet yang terbaik dan teruji sesuai dengan jenjang yang ada. Kompetisi juga dimaksudkan sebagai proses ujian dan evaluasi dari proses pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Perguruan untuk menghasilkan atlet yang berprestasi. (C.S)

Artikel ini masuk dalam: Olahraga.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Abah Rohman

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Turnamen Bola Voli SE Kecamatan Pangatikan Tahun 2026 Diikuti 16 team

7 Februari 2026 - 10:52

Dua Skenario Timnas Indonesia Lolos Usai Kalah 2-3 dari Arab Saudi

Dua Skenario Timnas Indonesia Lolos Usai Kalah 2-3 dari Arab Saudi

9 Oktober 2025 - 11:40

Bukittinggi Old Star “Friendly Match” Bersama Para legenda Sepakbola Payakumbuh

2 Oktober 2025 - 09:52

Open Turnamen Karang Taruna Desa Licin Cup,Membawa Spirit Untuk Kemajuan Olahraga Bola Voli Antar Desa se-Kabupaten Sumedang

1 September 2025 - 06:55

Al-Nassr Lolos Final Piala Super Saudi 2025 Usai Tekuk Al-Ittihad 2-1

Al-Nassr Lolos Final Piala Super Saudi 2025 Usai Tekuk Al-Ittihad 2-1

20 Agustus 2025 - 09:02