WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut 26 januari 2026.Jalan Ibrahim Aji selama ini dikenal sebagai salah satu wajah baru kebanggaan Kota Garut. Akses yang lebih tertata, suasana yang relatif lapang, serta perannya sebagai jalur aktivitas warga menjadikannya simbol kemajuan dan harapan akan tata kota yang lebih baik. Namun, kebanggaan itu kini tercoreng oleh pemandangan yang memprihatinkan: tumpukan sampah yang mengular di sepanjang jalan, mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekaligus merusak keindahan lingkungan.
Permasalahan ini bukan terjadi tanpa sebab. Setiap akhir pekan, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu, kawasan sepanjang Jalan Ibrahim Aji kerap dipadati aktivitas perdagangan. Kehadiran pedagang memang memberikan warna dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Sayangnya, kesadaran terhadap kebersihan lingkungan belum sepenuhnya terbangun. Sisa-sisa aktivitas dagang—mulai dari plastik, kemasan makanan, hingga sampah organik—kerap ditinggalkan begitu saja. Akibatnya, pada hari Senin pagi, jalan yang seharusnya bersih justru dipenuhi sampah berserakan.
Kondisi tersebut tentu berdampak langsung pada kenyamanan pengguna jalan. Pengendara dan pejalan kaki harus melintasi area yang kotor, berbau, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan. Tak hanya itu, citra Kota Garut sebagai daerah yang tengah berbenah pun ikut tercoreng. Jalan baru yang dibangun dengan anggaran tidak sedikit seolah kehilangan maknanya ketika tidak diiringi dengan kepedulian bersama untuk menjaganya.
Keprihatinan atas situasi ini mendorong Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha, untuk bertindak langsung. Pada hari Senin pagi, 26 Januari 2026, Yudha turun ke lapangan bersama berbagai komunitas dan elemen masyarakat untuk membersihkan tumpukan sampah di sepanjang Jalan Ibrahim Aji. Aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan fasilitas publik.
Dengan mengenakan pakaian sederhana dan peralatan kebersihan di tangan, Yudha bersama relawan memunguti sampah satu per satu, menyapu jalan, serta mengangkut limbah yang ditinggalkan. Kehadiran mereka menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama.
Di sela kegiatan tersebut, Yudha menyampaikan pesan tegas namun penuh harapan kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh warga, termasuk para pedagang dan pengunjung, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, fasilitas yang sudah dibangun dengan baik akan sia-sia jika tidak dijaga bersama. Kesadaran kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dapat membawa dampak besar bagi kenyamanan, kesehatan, dan keindahan kota.
Aksi bersih-bersih di Jalan Ibrahim Aji ini diharapkan menjadi titik awal perubahan. Bukan hanya membersihkan sampah secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan adalah cerminan peradaban dan kepedulian sosial. Jalan Ibrahim Aji seharusnya kembali menjadi kebanggaan Kota Garut—bersih, nyaman, dan tertata—sebagai hasil dari kerja sama antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakatnya.(opx)
Artikel ini masuk dalam: Informasi Seputar Garut.
Berita Terbaru
- Tim Relawan Bersih-Bersih Masjid Bersama Pengurus Masjid Wujudkan Masjid Bersih dan Nyaman di Kelurahan Barombong RT 007/RW 009
- Casa Riverside, Destinasi Kuliner Bernuansa Alam dan Bali di Bojonggede Kabupaten Bogor
- Biddokkes Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers, Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Teridentifikasi













