Menu

Mode Gelap

Yudha Puja Turnawan Dorong Kepedulian di Hari Jadi Garut ke-213: Kunjungi 2 Lansia Kaum Duafa.

verified

Yudha Puja Turnawan Dorong Kepedulian di Hari Jadi Garut ke-213: Kunjungi 2 Lansia Kaum Duafa. Perbesar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

Garut.18/02/2026.Momentum Hari Jadi Garut ke-213 menjadi saat yang penuh makna bagi masyarakat Kabupaten Garut. Di tengah semarak peringatan tersebut, masih ada kisah pilu yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Di Kampung Balong RW 5, Desa Lewigoong, Kecamatan Lewigoong, seorang janda tua dhuafa bernama Ibu Suryati tinggal di rumah yang kondisinya hampir roboh dan tidak layak huni. Atapnya rapuh, dindingnya lapuk, dan bangunannya sudah sangat memprihatinkan.

Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Kepala Desa Lewigoong, Andres, yang mengetahui langsung keadaan warganya tersebut. Sebagai pemimpin desa, Andres menyampaikan harapannya agar ada bantuan nyata untuk memperbaiki rumah Ibu Suryati agar bisa kembali layak dan aman untuk ditempati.

Dalam rangkaian kunjungan sosial di Hari Jadi Garut, Yudha Puja Turnawan, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, turun langsung menengok kondisi warga yang membutuhkan. Menurut Yudha, momentum Hari Jadi Garut ke-213 seharusnya menjadi momentum keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kaum dhuafa.

“Kita ingin Hari Jadi Garut ini bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar menjadi refleksi dan komitmen untuk lebih peduli kepada masyarakat kecil,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Yudha berharap adanya kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial, BAZNAS, serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) agar bisa memberikan bantuan renovasi rumah bagi Ibu Suryati.

Tak hanya itu, Yudha juga mengunjungi rumah Pak Endang dan Ibu Amah di Kampung Bojong RT 1 RW 5, Desa Lewigoong, Kecamatan Lewigoong. Kondisi rumah Pak Endang pun sangat memprihatinkan. Tiang penyangga rumah sudah menggunakan kayu lapuk yang sewaktu-waktu bisa roboh. Rumah tersebut sudah tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya.

Pak Endang sendiri diketahui telah dua tahun menderita sakit, sehingga kondisi ekonomi keluarga semakin sulit. Dalam kesempatan tersebut, Yudha juga mengajak pihak perbankan untuk turut menunjukkan kepedulian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti Bank BJB, bank-bank Himbara, serta BPR Garut agar dapat membantu renovasi rumah Pak Endang dan meringankan beban keluarganya.

Yudha menegaskan bahwa gotong royong antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga zakat, dan sektor perbankan sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni di Garut. Ia berharap tidak ada lagi warga yang harus tinggal di rumah yang membahayakan keselamatan mereka.

Hari Jadi Garut ke-213 diharapkan bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk memperkuat komitmen keberpihakan kepada masyarakat kecil. Kisah Ibu Suryati, Pak Endang, dan Ibu Amah menjadi pengingat bahwa pembangunan harus menyentuh mereka yang paling membutuhkan. Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, harapan akan kehidupan yang lebih layak bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.(opx)

Artikel ini masuk dalam: Sosial.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Taufik Hidayat

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link
Rekomendasi Bukber Cibinong Casa Riverside Fasilitas Lengkap

Rekomendasi Bukber Cibinong Casa Riverside Fasilitas Lengkap

18 Februari 2026 - 13:46

Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai Kamis 19 Februari 2026

Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai Kamis 19 Februari 2026

17 Februari 2026 - 21:59

Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Hilal Masih Nihil

Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Hilal Masih Nihil

17 Februari 2026 - 20:27

Banyak Negara Maju Andalkan Asuransi Umum Nasional

Banyak Negara Maju Andalkan Asuransi Umum Nasional

17 Februari 2026 - 12:26

Koramil 09/Tamalate Bersama Forkopimda Gelar Penertiban Bangunan PKL di Atas Drainase dan Damija

16 Februari 2026 - 15:43