WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut 25/01/2026.Sepanjang Jalan Ibrahim Aji, terutama pada hari Sabtu dan Minggu, selalu dipenuhi oleh aktivitas masyarakat. Pedagang kaki lima berjajar di sepanjang jalan, pejalan kaki berlalu-lalang, dan kawasan tersebut berubah menjadi pusat keramaian yang hidup. Namun di balik ramainya aktivitas ekonomi dan sosial itu, terselip satu persoalan klasik yang seakan luput dari perhatian banyak pihak: sampah yang berserakan di mana-mana.
Sisa makanan, plastik, kardus, dan berbagai jenis sampah lainnya tampak menumpuk di pinggir jalan, trotoar, hingga saluran air. Ironisnya, kondisi tersebut seolah dianggap biasa. Tidak terlihat adanya pengelolaan yang serius, baik dari pihak terkait maupun dari kesadaran kolektif masyarakat. Jalan Ibrahim Aji seperti dibiarkan tanpa pengawasan dan pengurusan yang jelas, sehingga persoalan sampah terus berulang setiap akhir pekan.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam bagi Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia mengaku geram melihat lingkungan publik yang seharusnya dijaga bersama justru dipenuhi sampah tanpa ada rasa tanggung jawab. Menurut Yudha, ramainya aktivitas ekonomi seharusnya sejalan dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Jalan ini ramai, menghasilkan perputaran ekonomi, tetapi tidak ada yang benar-benar mengurus dampak lingkungannya. Sampah berserakan, bau tidak sedap, dan ini jelas mengganggu kenyamanan warga,” ungkap Yudha dengan nada prihatin.
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan, Yudha tidak hanya berhenti pada kritik. Ia berinisiatif untuk turun langsung ke lapangan. Pada hari Senin, 26 Januari 2026, Yudha berencana menggelar kegiatan bersih-bersih di sepanjang Jalan Ibrahim Aji. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan tersebut yang dinilai tidak terurus dan dibiarkan kotor dari waktu ke waktu.
Yudha berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi simbolis, tetapi juga mampu menggugah kesadaran semua pihak—baik pemerintah daerah, para pedagang, maupun masyarakat umum—untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban bersama.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Lingkungan bersih itu hak masyarakat, tapi juga tanggung jawab kita semua,” tegas Yudha.
Dengan adanya inisiatif ini, Yudha Puja Turnawan ingin memberikan contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari tindakan sederhana namun konsisten. Jalan Ibrahim Aji diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat keramaian akhir pekan, tetapi juga sebagai ruang publik yang bersih, tertata, dan nyaman bagi semua.(opx)
Artikel ini masuk dalam: Informasi Seputar Garut.













