DaerahSejarahUtama

Sejarah Kabupaten Bogor: Dari Kerajaan Pajajaran hingga Cibinong

Fahria Alfiano
1
×

Sejarah Kabupaten Bogor: Dari Kerajaan Pajajaran hingga Cibinong

Sebarkan artikel ini
Sejarah Kabupaten Bogor

WBN, Bogor, 30 Agustus 2025 –  Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor tidak lepas dari pengaruh kerajaan-kerajaan besar di tanah Jawa Barat, mulai dari Tarumanagara hingga Pajajaran. Jejak tersebut menjadi dasar lahirnya identitas Bogor sebagai kota dan kabupaten yang terus berkembang hingga kini.

Awal Peradaban dan Kerajaan di Bogor

Kerajaan Tarumanagara

Sejarah Kabupaten Bogor bermula pada masa Kerajaan Tarumanagara yang berdiri sejak tahun 358 M hingga 669 M. Kerajaan ini diperintah oleh 12 raja dan menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Bukti keberadaannya dapat ditemukan melalui prasasti yang tersebar di Jawa Barat.

Kerajaan Galuh dan Sunda

Setelah Tarumanagara, wilayah Bogor masuk dalam pengaruh Kerajaan Galuh (516–852) yang dipimpin 14 raja, kemudian Kerajaan Sunda (669–1333) yang diperintah oleh 28 raja. Pada periode ini, wilayah Bogor berkembang menjadi pusat pemerintahan dan budaya Sunda.

Kerajaan Kawali dan Pajajaran

Kerajaan Kawali (1333–1482) melanjutkan kekuasaan sebelum Pajajaran berdiri. Pajajaran sendiri mencapai masa kejayaan pada tahun 1482–1579, terutama di bawah pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Pelantikan sang raja pada 3 Juni 1482 ditandai dengan upacara Kuwedabhakti, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Bogor.

Pengaruh Kolonial Belanda dan Lahirnya Masyarakat Bogor

Pembentukan Kesatuan Pemukiman

Pada 1745, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van Imhoff, menyatukan sembilan kelompok pemukiman menjadi tiga wilayah besar: Buitenzorg (tengah), Tjibaroesa/Djonggol (timur–utara), dan Jasinga (barat).

Dari sinilah cikal bakal Kabupaten Bogor terbentuk.

Pemanfaatan Sumber Daya

Pada masa Bupati Demang Wartawangsa, pembangunan terusan dari Sungai Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer ke Kalimulya dilakukan untuk meningkatkan irigasi pertanian dan kesejahteraan rakyat.

Asal-usul Nama Bogor

Nama Bogor memiliki beberapa versi. Ada yang meyakini berasal dari bahasa Arab “Baqar” (sapi), karena ditemukan patung sapi di Kebun Raya Bogor. Versi lain menyebut berasal dari kata “Bokor” (tunggul pohon enau). Catatan sejarah pertama kali menyebut kata “Bogor” pada 7 April 1752 dalam dokumen resmi Belanda.

Struktur Pemerintahan Kabupaten Bogor

Masa Kolonial dan Kawedanan

Pada 1908, Kabupaten Bogor dibagi menjadi lima kawedanan: Buitenzorg, Tjibaroesa, Cibinong, Parung, dan Leuwiliang. Wilayah-wilayah ini dikepalai oleh seorang demang dan dibantu asisten demang di onderdistrik.

Era Republik Indonesia Serikat

Setelah Proklamasi, Kabupaten Bogor sempat masuk Negara Pasundan. SK Wali Negeri Pasundan Nomor 12 kemudian menetapkan Bogor memiliki tujuh kawedanan: Buitenzorg, Cibinong, Parung, Jonggol, Leuwiliang, dan Jasinga.

Dinamika Wilayah dan Pemekaran

Pengurangan Wilayah

Pada 1950-an, Kabupaten Bogor kehilangan sejumlah wilayah akibat restrukturisasi otonomi daerah. Kawedanan Jonggol paling terdampak karena beberapa kecamatan diserahkan ke Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Cianjur.

Penetapan Ibu Kota Kabupaten

Rencana awal menjadikan Rancamaya atau Kemang sebagai ibu kota Kabupaten Bogor ditolak karena keterbatasan lahan dan infrastruktur. Akhirnya pada 1982, Desa Tengah (kini Kelurahan Tengah), Cibinong, ditetapkan sebagai pusat pemerintahan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982.

Rencana Pemekaran dan Perkembangan Modern

Kota Administratif Depok

Pada 1981, Kecamatan Depok berubah menjadi Kota Administratif melalui PP Nomor 43 Tahun 1981. Kemudian, berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 1999, Depok resmi berstatus kotamadya dan berpisah dari Kabupaten Bogor.

Wacana Kabupaten Jonggol

Wacana pembentukan Kabupaten Jonggol sempat muncul pada 1980-an dan kembali ramai ketika Presiden Soeharto berniat memindahkan ibu kota negara ke Jonggol pada 1994. Namun, rencana ini kandas setelah lengsernya Soeharto tahun 1998.

Identitas Kabupaten Bogor Saat Ini

Kabupaten Bogor kini dikenal sebagai daerah penyangga DKI Jakarta dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Perannya bukan hanya sebagai kawasan permukiman, tetapi juga pusat pertanian, industri, dan pariwisata. Sejarah panjang dari kerajaan, kolonialisme, hingga perkembangan modern menjadikan Kabupaten Bogor salah satu wilayah paling berpengaruh di Jawa Barat.

Penulis: Redaksi
Editor: Tim Editorial
Sumber : Wikepedia, bogorkab.go.id


 

Bupati Bogor Dukung PMI Wujudkan Rumah Sakit di Kabupaten Bogor

https://www.wartabelanegara.com/hari-kebangkitan-nasional-jejak-sejarah-dan-budi-utomo/


 

UPDATE: Artikel ini telah diperbarui pada 21 September 2026

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Fahria Alfiano Jam 11:13 Tanggal 30 Agustus 2025 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912