Menu

Mode Gelap

Berita

Selama Masih diberi Nafas saya TerusBantu Masyarakat Jiwa Kemanusiaan yang Tak Pernah Padam

verified

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

  Portal Warta Bela Negara Garut, 8 September 2025 –Sosok relawan kemanusiaan dari Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, patut menjadi teladan. Ia adalah Ibu Saroh, Ketua RW 01 Kampung Sawargi, yang sejak lama
  Portal Warta Bela Negara Garut, 8 September 2025 –Sosok relawan kemanusiaan dari Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, patut menjadi teladan. Ia adalah Ibu Saroh, Ketua RW 01 Kampung Sawargi, yang sejak lama

 

Portal Warta Bela Negara Garut, 8 September 2025 –Sosok relawan kemanusiaan dari Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, patut menjadi teladan. Ia adalah Ibu Saroh, Ketua RW 01 Kampung Sawargi, yang sejak lama dikenal masyarakat karena dedikasi dan kepeduliannya membantu warga tanpa pamrih.

Sejak tahun 2009, ketika masih menjabat sebagai Ketua RT hingga kini menjadi Ketua RW, Ibu Saroh terbiasa mengantar warga yang sakit ke rumah sakit, baik di Garut maupun ke rumah sakit rujukan di luar daerah. Untuk keperluan itu, ia kerap menggunakan kendaraan desa atau ambulans, bahkan siap berangkat kapan pun tanpa mengenal waktu, siang maupun malam.

“Kalau ada warga yang sakit dan butuh pertolongan, saya tidak menunggu diminta. Asal tahu, saya langsung sigap membawa pasien ke rumah sakit. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai manusia untuk saling membantu,” ungkap Ibu Saroh kepada Warta Bela Negara Garut, Senin (8/9).

Pengabdian ini, menurutnya, bukan beban. Justru ia merasa bersyukur bisa terus sehat dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berbuat baik. “Saya lakukan dengan ikhlas, nikmat saja. Dari tahun 2009 sampai 2025 ini, alhamdulillah saya tidak pernah merasa lelah. Warga pun senang mendapat bantuan, karena kalau bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi?” ujarnya.

Lebih dari sekadar tenaga dan waktu, Ibu Saroh juga kerap membantu warga dengan dukungan materi jika memang ada kemampuan. Baginya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan pernah berharap bayaran. Jangan pula menjadikan bantuan sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan dari warga. Selama saya masih diberi napas, insya Allah saya akan terus berjuang untuk kemanusiaan,” tegasnya.

Keteladanan Ibu Saroh menjadi bukti nyata bahwa semangat korsa dan jiwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat desa.
(Jajang Ab)

Artikel ini masuk dalam: Berita.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Redaksi Garut

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Fasos Fasum Diduga Dijarah Oknum Dewan, KOPAD Minta Kejari Segera Ungkap

15 Februari 2026 - 23:00

Asuransi Bangun Askrida Perkuat Proteksi Kendaraan Nasional

Asuransi Bangun Askrida Perkuat Proteksi Kendaraan Nasional

11 Februari 2026 - 22:12

Asuransi Bangun Askrida: Solusi Perlindungan Gempa Bumi untuk Aset

Asuransi Bangun Askrida: Solusi Perlindungan Gempa Bumi untuk Aset

11 Februari 2026 - 18:10

Sampah Legenda Wisata Dua Tahun Tak Ditangani, Warga Desak DLH Turun

9 Februari 2026 - 19:06

Rencana Pembekuan Bumdes Sejahtera Bersama Selebu Menunggu Hasil Musdesus

7 Februari 2026 - 09:45

  Portal Warta Bela Negara Garut, 8 September 2025 –Sosok relawan kemanusiaan dari Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, patut menjadi teladan. Ia adalah Ibu Saroh, Ketua RW 01 Kampung Sawargi, yang sejak lama
  Portal Warta Bela Negara Garut, 8 September 2025 –Sosok relawan kemanusiaan dari Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, patut menjadi teladan. Ia adalah Ibu Saroh, Ketua RW 01 Kampung Sawargi, yang sejak lama