WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Pasca ditolaknya LPJ ketua BUMDes sejahtera bersama Desa selebu kecamatan mangunreja kabupaten tasikmalaya oleh BPD dan warga pada tanggal 21 januari 2026 kini muncul opsi pembekuan segala bentuk kegiatan BUMdes sejahtera bersama,
Kepala Desa selebu Tatang saat dikonfirmasi melalui sambungan celularnya membenarkan rencana pembekuan segala bentuk kegiatan BUMdes saya menunggu hasil MUSDESUS dulu yang akan dilaksanakan senin 9 pebruari mendatang saya tidak bisa melakukan keputusan sendiri ucap tatang semua keputusan harus hasil musyawarah tambahnya.
Pihak BPD sendiri menyambut baik rencana pembekuan BUMdes tersebut ” kami BPD siap melaksanakan MUSDESUS terkait permasalahan BUMdes didesa kami karena MUSDESUSmutlak harus dilaksanakan ucap salah seorang anggota BPD
Sementara tokoh pemuda desa selebu memberikan komentar terkait rencana pembekuan BUMdes tersebut pada dasarnya kami pemuda selebu sangat mengapresiasi rencana pembekuan kegiatan BUMdes ini demi menyelamatkan uang negara dan marwah pemerintah Desa selebu, selain pembekuan kegiatan BUMdes kami akan mempertanyakan pertanggung jawaban keungan BUMdes kami mohon uang BUMdes dikembalikan ke Kas Keuangan Desa ujarnya karena itu uang negara ucapnya , lebih jauh tokoh pemuda tersebut mempertanyakan peran pihak kecamatan terkait hasil MONEV selama kegiatan MONEV ke Desa selebu apakah laporan kegiatan BUMdes dess selebu terdeteksi bagus,? Mohon kepada pihak kecamatan ada tindak lanjut dalam permasalahan ini sebelum kami melangkah ke pihak kabupaten pungkasnya.
BUMdes sejahtera bersama desa selebu pasca dinakodai oleh arip kini mengundang polemik terutama dalam hal ke uangan Dana sebesar 180 juta rupiah menjadi munculnya permasalahan dimana hasil usaha dari pengelolaan wifi dan kerjasama dengan sebuah perusahaan bumbu dapur tidak jelas bahkan ada piutang baik ke pihak perusahaan wifi maupun pihak pengadaan bumbu kini BUMdes sejahtera bersama Desa selebu dikelola sendiri oleh Arip selaku ketua karena baik sekretaris maupun Bendahara sudah tidak aktip lagi.
Terkait permasalahan tersebut saat akan di konfirmasi arip sedang tidak ada di tempat baik kantor maupun warung BUMdesnya sudah lama tutup( yos muhyar)








