WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
SUKABUMI.07/03/2026. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bergerak cepat menyalurkan bantuan tahap awal bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.
Respons cepat tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama tujuh hari, terhitung mulai 4 hingga 10 Maret 2026.
Bencana yang dipicu meningkatnya intensitas hujan ini berdampak pada 112 kepala keluarga (KK) atau 367 jiwa. Dari jumlah tersebut, 63 KK terpaksa mengungsi di lokasi pengungsian terpusat. Selain merusak permukiman warga, pergerakan tanah juga memengaruhi sarana pendidikan, yakni Pondok Pesantren Haryadul Fallah, serta akses jalan lingkungan di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, BRI melalui perwakilan Regional Office Bandung dan Branch Office Cibadak mengunjungi posko pengungsian yang berada di Puskesmas Bantargadung. Dalam kunjungan tersebut, BRI menyalurkan 40 paket bantuan pendahuluan.
Bantuan yang diberikan berupa paket survival kit yang berisi selimut, sarung, sandal, serta perlengkapan kebersihan (hygiene kit) guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Penyaluran bantuan ini juga mendapat dukungan penuh dari YBM BRILian Region 9 Bandung.
Dihubungi secara terpisah di Kantor BRI BO Cibadak, Pemimpin Cabang BRI BO Cibadak, Rama Praditya Jatiarsha, menyampaikan rasa simpati mendalam atas musibah yang menimpa warga Kecamatan Bantargadung.
“Kami hadir langsung di lokasi pengungsian, tepatnya di Puskesmas Bantargadung, untuk memastikan kondisi rekan-rekan warga terdampak. Penyerahan 40 paket survival kit ini merupakan langkah awal dari Insan BRILian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak, seperti perlengkapan kebersihan dan kebutuhan istirahat yang lebih layak bagi warga,” ujar Rama.
Menurutnya, kunjungan tim BRI ke lokasi bencana juga dimanfaatkan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait kebutuhan warga di pengungsian.
“Kunjungan kami saat ini juga sekaligus untuk melakukan konfirmasi langsung mengenai kebutuhan jangka menengah dan panjang di posko. Hal ini sangat penting sebagai dasar bagi kami dalam merencanakan penyaluran bantuan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Tanggap Darurat Bencana dari BRI agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh warga di lapangan,” tambahnya.
BRI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Sukabumi, serta berbagai pihak terkait dalam upaya penanganan bencana dan percepatan pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Sebagai salah satu bank milik negara, BRI tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial guna memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.(opx)
Artikel ini masuk dalam: Perekonomian.






