WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT.08/03/2026. Camat Cisurupan, Mamun, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Pemerintah Desa Keramatwangi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kramat Jaya. Desa yang berada di lereng Gunung Papandayan itu kini menjadi contoh nyata bagaimana desa mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi baru ketika potensi lokal dikelola secara visioner dan profesional.
Sepanjang tahun 2025, BUMDes Kramat Jaya mencatatkan capaian ekonomi yang sangat menggembirakan dengan omzet penjualan mencapai Rp4,3 miliar. Dari angka tersebut, desa berhasil memperoleh Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp503 juta, sebuah lompatan ekonomi yang signifikan bagi desa di kawasan pegunungan.
Camat Cisurupan, Mamun, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bukti bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang secara mandiri apabila dikelola dengan strategi yang tepat dan kepemimpinan yang kuat.
Apresiasi itu disampaikan Mamun usai menghadiri rapat peruntukan dan pembagian insentif bagi kelembagaan kemasyarakatan desa yang bersumber dari PADes. Kegiatan tersebut digelar di lantai atas Agrowisata Tepas Papandayan, Jumat (6/3/2026).
“Ini capaian yang luar biasa. Artinya desa mampu mengelola potensi wisata dan ekonomi secara profesional sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Mamun.
Menurutnya, keberhasilan ekonomi Desa Keramatwangi tidak terlepas dari pengembangan Agrowisata Tepas Papandayan yang kini menjadi motor penggerak ekonomi desa. Destinasi wisata tersebut mulai dibuka pada tahun 2023 dan sejak saat itu terus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan desa.
Data menunjukkan perkembangan PADes yang sangat progresif. Pada tahun 2023, PADes dari sektor tersebut tercatat sebesar Rp100 juta. Kemudian meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp130 juta, dan melonjak tajam pada tahun 2025 hingga mencapai Rp503 juta, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Bagi Mamun, pertumbuhan ini menegaskan bahwa pengelolaan potensi desa secara konsisten, terencana, dan berbasis inovasi mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Dari total PADes sebesar Rp503.820.000, dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Di antaranya tunjangan bagi kelembagaan kemasyarakatan desa sebesar Rp240 juta, santunan sosial Rp30 juta, serta bantuan untuk sejumlah masjid seperti Masjid Ciseupan, Masjid Jalan Cagak, dan Masjid Cirandog Kaler masing-masing Rp20 juta. Selain itu, terdapat pula bantuan Rp20 juta untuk rehabilitasi Masjid Situgede.
Tidak hanya itu, dana desa juga digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di Janggol sebesar Rp30 juta dan di Jalan Cagak Rp25 juta, operasional desa Rp44 juta, insentif guru ngaji Rp50 juta, serta insentif guru PAUD sebesar Rp5,2 juta.
Menurut Mamun, pola distribusi PADes seperti ini menunjukkan bahwa keberhasilan usaha desa benar-benar berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.(opx)
Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah.






