WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT.(28 Maret 2026)Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-24, LSM GMBI menggelar Apel Akbar Hybrid bertajuk “Solidaritas Tanpa Batas” dengan rangkaian kegiatan Tasyakur Bi Nikmat, Tausiyah Kebangsaan, serta Bakti Sosial. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (28/3/2026) pukul 08.00 WIB di Kantor Sekretariat LSM GMBI, Jalan Patriot No. 7, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.
Ketua Distrik GMBI Kabupaten Garut, Ganda Permana, SH, menyampaikan bahwa pada usia ke-24 tahun ini, GMBI terus berkomitmen menjalankan visi dan misinya dalam mengangkat serta memberdayakan kaum marginal. Ia menjelaskan bahwa peringatan tahun ini dilaksanakan secara hybrid, menyesuaikan dengan era digitalisasi, sehingga dapat diikuti secara serentak di seluruh wilayah Nusantara.
Menurutnya, kegiatan ini meliputi Apel Akbar, Tasyakur Bi Nikmat, Tausiyah Kebangsaan, Bakti Sosial, serta santunan bagi anak yatim piatu. Ia juga menegaskan bahwa perjuangan GMBI, khususnya di Kabupaten Garut, telah dimulai sejak tahun 2002.
Sejak awal berdirinya, GMBI telah aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan, di antaranya memperjuangkan hak warga terkait ganti rugi Jalan Lintas Selatan Jawa Barat, pendampingan petani dalam memperoleh legalitas pengelolaan lahan, hingga pendampingan di bidang kesehatan, pendidikan, dan perbankan. Terbaru, GMBI juga telah menyelenggarakan pelatihan di pusat literasi guna meningkatkan kapasitas masyarakat.
GMBI sendiri memiliki enam program utama yang meliputi konsolidasi organisasi, sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, serta aspek lainnya yang dikoordinasikan oleh pusat. Untuk sikap politik di daerah, GMBI Kabupaten Garut masih menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), mengingat keputusan politik harus melalui kajian bersama dewan pakar, dewan pembina, dan dewan kehormatan.
Secara pribadi, Ganda Permana menyampaikan pandangannya terhadap kondisi pembangunan di Kabupaten Garut yang dinilai masih membutuhkan percepatan dan terobosan. Namun demikian, secara organisasi, GMBI tetap mengedepankan mekanisme kolektif dalam menentukan sikap politik.
Ia juga menegaskan bahwa GMBI terbuka untuk menampung aspirasi masyarakat. Jika terdapat persoalan terkait kepemimpinan daerah, masyarakat dipersilakan untuk menyampaikan langsung ke DPP agar dapat dibahas secara komprehensif.
“GMBI tidak tinggal diam. Kami tetap mengakomodir kepentingan masyarakat sebagai pemilik daerah, dan akan terus berjuang demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.(OPK)








