WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bersama Pihak terkait Mengumumkan Hasil Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Makassar, 21 Januari 2026 – Kantor Bidang Dokumen dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) pada hari ini, Rabu (21/1/2026) menjadi tempat pelaksanaan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 serta penyampaian informasi resmi terkait perkembangan penanganan insiden yang terjadi pada tanggal 17 Januari 2026 silam. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari berbagai institusi terkait dan diakhiri dengan konferensi pers yang dipimpin oleh Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., Kapolda Sulsel.
Pada pukul 08.54 Wita, satu kantong jenazah laki-laki tiba di Biddokkes Polda Sulsel untuk dilakukan identifikasi. Kemudian pukul 11.09 Wita, Kapolda Sulsel tiba di lokasi dan segera memimpin kegiatan press release yang diselenggarakan untuk memberikan transparansi informasi kepada masyarakat dan dunia media.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:
– Brigjen Pol Nyoman.E (Karo Dokpol Pusdokkes Polri)
– Kombes Pol Dr Muhammad Haris Mars, QHIA (Kabiddokkes Polda Sulsel)
– Brigjen Pol Mashudi (Kapusident Bareskrim Polri)
– Bapak Bramantyo (Dir Ops Basarnas RI)
– Personil Kodim 1408/MKS yang dipimpin Kapten Arm Muhammad Sahabu

Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kehilangan nyawa akibat jatuhnya pesawat ATR 42-500. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolri atas dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk bantuan helikopter maupun dukungan penuh dari Bareskrim hingga Kapusident Mabes Polri.
“Sesuai penyampaian dari Kapusident Mabes Polri, jenazah yang telah melalui proses identifikasi dengan prosedur yang diakui secara internasional telah dipastikan bahwa jenazah ke-2 merupakan Sdri. Florencia Lolita Wibisono,” ucapnya.


Selain itu, Kapolda juga mengucapkan terima kasih kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) atas kerja sama yang erat dalam penanganan insiden ini, serta mengakui bahwa medan lokasi kejadian sangat sulit dan berat sehingga memerlukan waktu beberapa hari untuk evakuasi dan identifikasi korban. Ia juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan media terkait kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses bantuan dari pihak kepolisian.
Kombes Pol Dr Muhammad Haris Mars menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan oleh Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) gabungan yang terdiri dari Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim IDEN Polda Sosial, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Pada hari ini, kami telah menerima satu kantong jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 yang cocok dengan data antemortem nomor AM004. Jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan, berusia 33 tahun, dengan alamat tinggal di Apartemen Wak Tower A unit 216 Bulogadung, Jakarta Timur,” jelasnya.
Identifikasi dilakukan melalui tiga metode yaitu sidik jari, data gigi properti, dan ciri medis untuk memastikan akurasi hasil.
Brigjen Pol Mashudi menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang masuk dalam keadaan baik memungkinkan sidik jari masih bisa terbaca dengan jelas. Tim segera mengambil sidik jari dan menggunakan alat peralatan yang tersedia untuk membaca identitas korban.
“Untuk memastikan keakuratan secara ilmiah, kami melakukan pembandingan antara sidik jari jempol tangan kiri dari jenazah dengan data pembanding yang tersedia. Baik melalui proses otomatis maupun pembandingan manual, kami meyakini secara keilmuan bahwa korban tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono,” ujarnya.
Bapak Bramantyo menyampaikan bahwa jenazah yang diserahkan pada malam sebelumnya ke Biddokkes Polda Sulsel merupakan korban ke-2 (Florencia Lolita Wibisono), sedangkan pada pagi hari ini juga telah diserahkan korban pertama berjenis kelamin laki-laki.


“Korban pertama ditemukan pada tanggal 18 Januari pukul 13.32 Wita di kedalaman sekitar ±250 meter dengan kemiringan tebing hampir 90°, sehingga diperlukan alternatif metode evakuasi. Jenazah tersebut tiba di Dusun Lambesu, Kecamatan Maros pada pukul 15.00 Wita kemarin,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pada pagi hari ini, pukul 06.00 hingga 08.00 Wita, cuaca yang mendukung memungkinkan evakuasi korban ke-2 menggunakan helikopter AR 3601 milik Basarnas dari Dusun Lambesu, Kabupaten Maros menuju Lanud Hasanuddin. “Kami sangat bersyukur karena dengan kondisi cuaca yang baik, jenazah dapat sampai dengan selamat. Seandainya cuaca tidak mendukung, kemungkinan besar jenazah belum bisa tiba hingga sore hari ini,” pungkasnya.
Press release resmi ini selesai pada pukul 11.35 Wita dalam keadaan aman dan lancar. Pihak terkait akan terus memberikan informasi terkini seiring dengan perkembangan proses penanganan insiden kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Publish by Dewi wati
Artikel ini masuk dalam: Kecelakaan, #kodamXIV/Hasanuddin, #Kodim1408/Makassar, #Koramil-09/Tamalate, #Polda Sul-Sel, Peristiwa.
Berita Terbaru
- Bersinergi dengan Ketua RT dan RW, Satlinmas Barombong Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif Melalui Patroli Wilayah dan Posko Bersama Kelurahan Barombong
- Biddokkes Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Hasil Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, 1 Korban Teridentifikasi
- Satu Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi ke Lanud Sultan Hasanuddin












