Menu

Mode Gelap

Daerah

Lahan Perkebunan di afdeling Cisaruni kebun cisaruni sub unit papandayan PTP Nusantara I Regional 2 Dijarah, Karyawan Minta Perlindungan

verified

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

  Portal Warta Bela Negara Garut, 20 September 2025 Karyawan kebun cisaruni sub unit papandayan yang mengelola areal perkebunan di Afdeling Cisaruni Lama, Desa Marga Mulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, mengeluhkan maraknya penjarahan lahan sejak
  Portal Warta Bela Negara Garut, 20 September 2025 Karyawan kebun cisaruni sub unit papandayan yang mengelola areal perkebunan di Afdeling Cisaruni Lama, Desa Marga Mulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, mengeluhkan maraknya penjarahan lahan sejak

 

Portal Warta Bela Negara Garut, 20 September 2025 Karyawan kebun cisaruni sub unit papandayan yang mengelola areal perkebunan di Afdeling Cisaruni Lama, Desa Marga Mulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, mengeluhkan maraknya penjarahan lahan sejak 2021 hingga 2025.

Menurut warga lahan garapan seluas sekitar kurang lebih 335 hektare yang semula ditanami teh kini banyak berubah menjadi kebun sayuran oleh pihak luar yang diduga tidak berizin. “Kerusakan yang dilakukan oknum itu benar-benar membunuh mata pencaharian kami,” ujar salah satu karyawan, Sabtu (20/9/2025).

Para karyawan berharap lahan yang dirusak dapat dipulihkan dan kembali ditanami teh agar penghasilan mereka normal seperti sebelumnya. Karyawan kebun Cisaruni afdeling cisaruni Lama juga menilai lahan tersebut telah dirampas dan dirusak oleh penggarap liar.

Kepala Desa Marga Mulya, sebagaimana disebut warga, pernah menginstruksikan kepada RW agar masyarakat tidak ikut menjarah lahan tersebut. Namun warga mempertanyakan sikap kepala desa terhadap pihak yang diduga merusak lahan. Mereka khawatir, jika dibiarkan, areal perkebunan itu akan habis.

Data yang dihimpun warga menyebut, dari total areal perkebunan teh Cisaruni seluas sekitar 335 hektare, kini hanya sekitar 60 hektare yang tersisa, dan sebagian di antaranya juga mulai dirusak penjarah liar. Penduduk yang tinggal di bawah areal kebun mengaku kerap terdampak banjir setiap kali turun hujan akibat kerusakan di hulu.

Warga dan karyawan meminta aparat penegak hukum turun tangan memberikan perlindungan. Mereka mengaku pada Februari 2025 sempat mengalami intimidasi dan ancaman dari penggarap liar saat mencoba mempertahankan lahan.

(Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak pemerintah desa, manajemen kebun cisaruni PTP Nusantara I Regional 2, dan instansi terkait mengenai persoalan ini.)

(Jajang ab)

Artikel ini masuk dalam: Daerah.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Redaksi Garut

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link
Koperasi Desa Merah Putih Bojong Baru

Koperasi Desa Merah Putih Bojong Baru Disiapkan, Sosialisasi Awal Digelar

31 Desember 2025 - 01:13

Pedagang Sayur Rp10 Ribu Bebas Pilih di Puspa Raya Jadi Daya Tarik Warga

Pedagang Sayur Rp10 Ribu Bebas Pilih di Puspa Raya Jadi Daya Tarik Warga

17 Desember 2025 - 17:47

Pemilihan Ketua Forum Komunikasi Graha Kartika–Puspa Raya 2026–2029

Pemilihan Ketua Forum Komunikasi Graha Kartika–Puspa Raya 2026–2029

30 November 2025 - 18:05

Ketua Umum Banteng Komando Dan Staf Pengurus Perkuat Solidaritas dengan Penyerahan KTA Di Setiap Kunjungan 13 Koramil Kodim 1408/MKS

20 November 2025 - 22:10

Paparan Kinerja Posyandu RW 12 dan Program Kesehatan Lansia

Paparan Kinerja Posyandu RW 12 dan Program Kesehatan Lansia

14 November 2025 - 22:21

  Portal Warta Bela Negara Garut, 20 September 2025 Karyawan kebun cisaruni sub unit papandayan yang mengelola areal perkebunan di Afdeling Cisaruni Lama, Desa Marga Mulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, mengeluhkan maraknya penjarahan lahan sejak
  Portal Warta Bela Negara Garut, 20 September 2025 Karyawan kebun cisaruni sub unit papandayan yang mengelola areal perkebunan di Afdeling Cisaruni Lama, Desa Marga Mulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, mengeluhkan maraknya penjarahan lahan sejak