WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Bogor, 30 Agustus 2025, Vivo Mall dan Pasar Hewan Jonggol, Pemerintah Kabupaten Bogor meluncurkan dua program strategis di bidang infrastruktur. Dua perangkat daerah baru akan menempati ruang di Vivo Mall, sedangkan pembangunan Pasar Hewan Jonggol ditargetkan rampung pada Desember 2025. Kedua langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat layanan publik, mendorong ekonomi daerah, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Dua Dinas Baru Ditempatkan di Vivo Mall
Langkah tidak biasa ditempuh Bupati Bogor Rudy Susmanto yang memilih menempatkan Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang di Vivo Mall. Keputusan ini diambil setelah rapat pembahasan pada 25 Agustus 2025 di Pendopo Bupati.
Menurut Rudy, pemanfaatan ruang kosong di mall tersebut merupakan solusi sementara sekaligus inovasi untuk menghidupkan kawasan ekonomi yang selama ini stagnan.

“Dengan menempatkan perangkat daerah di pusat perbelanjaan, kami berharap pelayanan publik menjadi lebih dekat dan UMKM lokal ikut terdorong,” jelasnya.
Optimalisasi Gedung dan Pelayanan Publik
Penempatan dua dinas di mall komersial bukan sekadar soal ruang kerja, melainkan strategi optimalisasi aset. Banyak gedung pemerintahan masih terkendala kapasitas dan biaya pemeliharaan, sementara Vivo Mall memiliki infrastruktur modern yang bisa langsung digunakan.
Selain itu, keberadaan kantor pemerintahan di mall dipandang dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan. Masyarakat yang biasanya berkunjung untuk berbelanja, kini dapat sekaligus mengurus urusan administrasi.
Respon Positif dari Pihak Pengembang
Direktur Utama PT Megapolitan Development, Ronald, menyambut baik keputusan Pemkab Bogor tersebut. Ia menilai sinergi ini akan menghidupkan kembali denyut ekonomi Vivo Mall yang sempat menurun.
“Kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagaimana sektor swasta dan pemerintah bekerja sama menciptakan ekosistem baru. Vivo Mall akan lebih ramai, masyarakat mendapat kemudahan, sementara UMKM sekitar juga ikut tumbuh,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Hewan Jonggol
Selain fokus pada pelayanan publik, Pemkab Bogor juga tengah menggenjot proyek Pasar Hewan Jonggol. Pembangunan dimulai kontraktual sejak 22 Juli 2025, dengan target penyelesaian pada 18 Desember 2025.
Pasar yang berdiri di atas lahan 2,3 hektare di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol ini menelan anggaran Rp20,3 miliar. Proyek tersebut dikerjakan dengan dukungan kontraktor lokal dan pengawasan ketat pemerintah daerah.
Fasilitas Modern untuk Pedagang dan Peternak
Pasar Hewan Jonggol dirancang dengan konsep modern dan ramah lingkungan. Beberapa fasilitas utama meliputi:
– Area jual beli hewan ternak yang luas dan tertata.
– Kandang karantina untuk memastikan kesehatan hewan sebelum diperdagangkan.
– Sistem sanitasi dan pengolahan limbah agar aktivitas pasar tidak menimbulkan pencemaran.
– Fasilitas parkir dan area bongkar muat yang memadai.
Dengan fasilitas ini, pemerintah berharap pasar tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga pusat distribusi hewan ternak terbesar di Kabupaten Bogor.
Bagian dari 100 Hari Kerja Bupati
Pembangunan Pasar Hewan Jonggol masuk dalam program 100 Hari Kerja Bupati Bogor periode 2025–2030. Program ini dirancang untuk meletakkan fondasi kebijakan strategis di sektor pangan dan perdagangan.
Selain Pasar Hewan Jonggol, Pemkab juga menargetkan pembangunan Pasar Ikan di Ciseeng sebagai pusat perdagangan komoditas laut. Kedua pasar ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong ekonomi peternak dan nelayan lokal.
“Pasar Hewan Jonggol akan menjadi pusat distribusi dan perdagangan ternak yang lebih representatif, aman, dan higienis. Ini bagian dari komitmen kami membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tegas Bupati Rudy.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kedua program infrastruktur ini membawa dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Penempatan dinas di Vivo Mall memberi manfaat ganda: pelayanan publik lebih dekat dengan masyarakat, sementara pusat perbelanjaan kembali bergairah.
Sementara itu, Pasar Hewan Jonggol diharapkan mampu:
– Meningkatkan pendapatan peternak lokal.
– Mengurangi praktik perdagangan liar di pinggir jalan.
– Menciptakan pusat ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor.
Ekonom daerah menilai strategi ini cukup visioner. Dengan memanfaatkan aset yang sudah ada dan membangun fasilitas baru, Pemkab Bogor tidak hanya mengatasi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan pondasi jangka panjang bagi perekonomian daerah.
Tantangan dan Harapan
Meski penuh harapan, kebijakan ini tidak lepas dari tantangan. Penempatan dinas di Vivo Mall menimbulkan pertanyaan soal efektivitas jangka panjang dan beban biaya sewa. Namun, pemerintah menegaskan bahwa solusi ini bersifat sementara sembari menunggu pembangunan kantor permanen.
Sementara untuk Pasar Hewan Jonggol, tantangan utama terletak pada penyelesaian tepat waktu. Proyek dengan anggaran besar rawan hambatan, baik teknis maupun non-teknis. Karenanya, pemerintah mengaku akan memperketat pengawasan agar proyek selesai sesuai target.
“Proyek ini harus selesai tepat waktu dan tepat mutu. Pasar Hewan Jonggol menjadi harapan baru bagi peternak, dan kami tidak ingin kepercayaan masyarakat dikhianati,” ujar salah satu pejabat Dinas Perdagangan Kabupaten Bogor.
Menuju Infrastruktur yang Lebih Merata
Dua kebijakan besar ini mencerminkan arah baru pembangunan Kabupaten Bogor yang lebih inklusif. Vivo Mall menjadi contoh inovasi pemanfaatan aset komersial untuk pelayanan publik, sedangkan Pasar Hewan Jonggol menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat ekonomi sektor riil.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Pemkab Bogor berharap infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata, bukan hanya dalam jangka pendek tetapi juga untuk generasi mendatang.
Penulis : Alfian
Editor : FA Redaksi
Bupati Bogor Apresiasi Bakti Sosial dan Kesehatan Polri di Gunung Sindur
Pemerintahan Kabupaten Bogor 2025–2030 Dipimpin Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi
Kabupaten Bogor: Daftar 40 Kecamatan, 19 Kelurahan, 416 Desa