Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Anggota DPRD Yudha Puja Turnawan Soroti Pemulangan Jenazah dan Pembaruan Data Sosial

verified

Anggota DPRD Yudha Puja Turnawan Soroti Pemulangan Jenazah dan Pembaruan Data Sosial Perbesar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

Garut, Jumat 13 Februari 2026 – Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turmawan, menyampaikan sejumlah persoalan sosial saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Garut, Jalan Patriot No. 3, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Warga Sumbawa Meninggal, Terkendala Biaya Pemulangan Jenazah

Yudha mengungkapkan adanya warga Garut yang bekerja di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, meninggal dunia. Karena keterbatasan biaya, jenazah tidak dapat dipulangkan ke kampung halaman.

Biaya pemulangan jenazah dari Sumbawa Besar disebut mencapai ratusan juta rupiah. Pihak keluarga tidak mampu memenuhi permintaan biaya yang mendekati satu miliar rupiah, sehingga akhirnya diputuskan jenazah dimakamkan di Sumbawa. Kondisi ini membuat keluarga tidak mendapatkan bantuan maksimal untuk proses pemulangan.

Menurut Yudha, kasus tersebut menjadi perhatian serius dan menunjukkan perlunya mekanisme bantuan yang lebih cepat dan responsif, terutama bagi warga kurang mampu yang mengalami musibah di luar daerah.

Dorong Pembaruan Data dan Optimalisasi Pendamping Sosial

Selain itu, Yudha juga menyoroti pentingnya pembaruan data kesejahteraan sosial di Kabupaten Garut. Ia menilai masih banyak warga miskin ekstrem yang belum terdata dengan akurat, sementara ada warga yang secara ekonomi mampu justru masih menerima bantuan sosial.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengoptimalkan peran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta melibatkan RT dan RW dalam proses pendataan ulang agar lebih tepat sasaran.

“Masih banyak warga miskin ekstrem yang tidak terakomodasi, sementara ada yang tergolong mampu justru menikmati bantuan seperti BPJS. Ini harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Minta Pemerintah Pusat Responsif terhadap Usulan Daerah

Yudha juga meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial agar lebih terbuka terhadap usulan dan pembaruan data dari pemerintah daerah. Menurutnya, operator dan pendamping di lapangan adalah pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat karena bersentuhan langsung dengan warga.

Ia menekankan pentingnya evaluasi sistem pendataan berbasis aplikasi agar benar-benar memastikan petugas turun langsung ke rumah warga dan melakukan verifikasi faktual.

Harapan Perbaikan Sistem Kesejahteraan

Yudha berharap ke depan sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial dapat diperbaiki secara menyeluruh. Dengan data yang akurat dan mekanisme yang responsif, bantuan sosial diharapkan tepat sasaran, khususnya bagi warga miskin ekstrem dan mereka yang membutuhkan penanganan medis rutin.

Ia juga mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat, untuk bersama-sama melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari perhatian negara.(opx)

Artikel ini masuk dalam: Informasi Seputar Garut.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Taufik Hidayat

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Akhirnya Terjawab Viralnya Puskesmas Baso

13 Februari 2026 - 17:21

Asuransi Bangun Askrida Pilih Jalur Stabil di Industri

Asuransi Bangun Askrida Pilih Jalur Stabil di Industri

13 Februari 2026 - 12:43

Asuransi Bangun Askrida Perkuat Proteksi Kendaraan Nasional

Asuransi Bangun Askrida Perkuat Proteksi Kendaraan Nasional

11 Februari 2026 - 22:12

Asuransi Bangun Askrida: Solusi Perlindungan Gempa Bumi untuk Aset

Asuransi Bangun Askrida: Solusi Perlindungan Gempa Bumi untuk Aset

11 Februari 2026 - 18:10

Koramil 1408-09/Tamalate Gelar Karya Bakti Penanaman Pohon Antisipasi Banjir di Musim Hujan

11 Februari 2026 - 12:21