Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Kecelakaan

Biddokkes Polda Sulsel Serahkan Satu Jenazah Korban Laka Pesawat ATR 42-500 ke Keluarga

Dewi verified

Biddokkes Polda Sulsel Serahkan Satu Jenazah Korban Laka Pesawat ATR 42-500 ke Keluarga Perbesar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

*Biddokkes Polda Sulsel Serahkan Satu Jenazah Korban Laka Pesawat ATR 42-500 ke Keluarga*

 

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada pihak keluarga. Kegiatan tersebut berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., bersama Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA.

Kabid Humas Polda Sulsel menyampaikan bahwa sampai saat ini Biddokkes Polda Sulsel melalui tim DVI telah menangani proses identifikasi korban. Satu jenazah yang berhasil teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga hari ini sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban yang telah diserahkan kepada pihak keluarga diketahui bermama Florencia

Lolita Wibiono (33). Penyerahan jenazah turut didampingi oleh kedua orang tua korban, kakak kandung, serta kakak ipar. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan akan diterbangkan menuju Jakarta pada pukul 22.00 Wita.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris menjelaskan bahwa satu jenazah lain yang baru diterima saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.

Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan dua metode, yakni metode primer dan metode sekunder. Metode primer meliputi pemeriksaan sidik jari, profil gigi, serta DNA apabila diperlukan. Pemeriksaan DNA, lanjutnya, membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode lainnya.

“Apabila metode primer tidak dapat dilakukan secara optimal, maka digunakan metode sekunder, seperti pencocokan data medis, properti korban, pakaian, dan ciri-ciri lain yang melekat pada jenazah,” jelasnya.

Kabiddokkes menegaskan bahwa dalam proses identifikasi, tim DVI mengedepankan ketepatan dibandingkan kecepatan. Tim bekerja secara maksimal agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.

“Kami mohon doa agar proses identifikasi terhadap jenazah berikutnya dapat segera diselesaikan dengan hasil yang tepat,” tutupnya.

 

 

 

 

Humas polda/DW

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Dewi

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Biddokkes Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Hasil Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, 1 Korban Teridentifikasi

22 Januari 2026 - 06:32

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bersama Pihak terkait Mengumumkan Hasil Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

21 Januari 2026 - 22:59

Kecelakaan Lexus Pondok Indah: Mantan Direktur Danareksa Tewas

Kecelakaan Lexus Pondok Indah: Mantan Direktur Danareksa Tewas

27 Oktober 2025 - 22:33

Tragedi Tol Paspro KM 835,600: Ketua PCNU Pamekasan

Tragedi Tol Paspro KM 835,600: Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim dan Istri Meninggal

15 Juni 2025 - 16:02

logo warta bela negara

Seorang Pria Tertabrak Kereta Comuterline di Cilebut Bogor

23 Februari 2023 - 07:09