WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut.11/02/2026.kembali menjadi saksi sebuah perjalanan pengabdian panjang yang penuh dedikasi. Sosok H. Wawan Nurdin menjadi contoh nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, dan komitmen terhadap pembangunan desa mampu mengantarkan seseorang menapaki jenjang karier birokrasi hingga posisi strategis. Berawal dari Sekretaris Desa (Sekdes) pada tahun 2009, ia terus berjuang hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut.
Tahun 2009 menjadi titik awal perjalanan pengabdian H. Wawan Nurdin di jalur aparatur pemerintahan. Saat itu, ia mengabdikan diri sebagai Sekdes, posisi yang bersentuhan langsung dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat desa. Di tahun yang sama, kesempatan untuk mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun terbuka. Dengan tekad dan semangat pengabdian, ia mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari ikhtiarnya untuk memperluas kontribusi dalam tata kelola pemerintahan.

Perjalanan kariernya tidak berlangsung instan. Dari level desa, ia menapaki berbagai tahapan tugas dan tanggung jawab dengan penuh kesungguhan. Pengalaman yang matang di tingkat desa menjadi bekal penting dalam memahami persoalan riil masyarakat, mulai dari tata kelola administrasi, pembangunan, hingga pemberdayaan masyarakat desa. Hal inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat ketika ia dipercaya menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Kepercayaan sebagai Kepala Dinas DPMD Kabupaten Garut bukanlah amanah yang ringan. DPMD memiliki peran sentral dalam membina dan mengawasi jalannya pemerintahan desa, memperkuat kapasitas aparatur desa, serta memastikan program-program pemberdayaan berjalan efektif dan tepat sasaran. Di bawah kepemimpinan H. Wawan Nurdin, berbagai upaya pembinaan dan penguatan desa terus didorong agar desa-desa di Kabupaten Garut semakin mandiri, transparan, dan akuntabel.
Memasuki akhir masa tugasnya yang akan berakhir pada bulan Maret 2026, digelar acara siraman paturay tineung sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian beliau. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Saung Ciburial, Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Tradisi paturay tineung menjadi simbol perpisahan penuh makna, bukan sekadar melepas masa jabatan, tetapi juga menandai berakhirnya satu fase pengabdian panjang dalam dunia birokrasi pemerintahan. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang refleksi atas perjalanan karier yang telah dilalui sejak 2009 hingga 2026.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ayi Suryana, SE, yang memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi H. Wawan Nurdin dalam membina desa-desa di Garut. Hadir pula Ketua APDESI Kabupaten Garut, Oban Sobarna, serta puluhan kepala desa se-Kabupaten Garut yang selama ini menjadi mitra kerja DPMD.
Kehadiran para kepala desa menunjukkan kedekatan dan hubungan kerja yang terbangun selama masa kepemimpinan beliau. Banyak di antara mereka merasakan langsung pembinaan, arahan, serta dukungan yang diberikan DPMD di bawah kepemimpinan H. Wawan Nurdin. Bagi para kepala desa, beliau bukan hanya atasan secara struktural, tetapi juga pembina dan sahabat dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Dalam sambutan dan pesan yang disampaikan, suasana haru tak terelakkan. Masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru dalam kehidupan. Pengalaman panjang sebagai Sekdes hingga Kadis DPMD menjadi warisan berharga, baik bagi keluarga besar DPMD maupun bagi pemerintahan desa di Kabupaten Garut.
Perjalanan H. Wawan Nurdin membuktikan bahwa pengabdian yang dimulai dari desa dapat membawa perubahan besar ketika dijalani dengan integritas dan konsistensi. Dari Sekdes tahun 2009, berjuang mengikuti seleksi PNS, hingga akhirnya dipercaya menjadi Kadis DPMD, semua adalah buah dari ketekunan dan komitmen untuk melayani masyarakat.
Kini, menjelang purnabakti pada Maret 2026, jejak langkah dan dedikasinya akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah perjalanan pembangunan desa di Kabupaten Garut. Sebuah perjalanan yang dimulai dari desa, tumbuh bersama desa, dan kembali dipersembahkan untuk kemajuan desa.(Opx)
Artikel ini masuk dalam: Informasi Seputar Garut.













