Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Berita Daerah

Kawasan Gazebo Terancam kehilangan mata Pencaharian,Mereka benar benah berharap Pemerintah hadir Membawa Solusi

Abah Rohman verified

Kawasan Gazebo Terancam kehilangan mata Pencaharian,Mereka benar benah berharap Pemerintah  hadir Membawa Solusi Perbesar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

Garut-26 September 2025 –
Kondisi para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Gazebo saat ini kian memprihatinkan. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan pendapatan drastis sejak adanya relokasi.

Amang, pedagang mie ayam yang sudah lama berjualan di sekitar kawasan Gedung Sate, mengaku usahanya makin sepi.
“Kalau dulu masih di bawah, lumayan lah. Sehari bisa dapat 300 ribu, apalagi kalau Sabtu-Minggu bisa sampai 500 ribu. Tapi sejak dipindahkan ke jalur atas Gazebo, dagangan jadi sepi. Sekarang mah paling cuma satu dua mangkok yang laku,” tuturnya dengan nada lelah.

Keluhan serupa disampaikan Pak Ali, pedagang air mineral. Ia mengaku kesulitan bertahan di tengah sepinya pembeli dan tingginya kebutuhan rumah tangga. Yang paling ia khawatirkan adalah masa depan pendidikan anak-anaknya.
“Saya takut anak-anak putus sekolah. Sekarang dagangan sepi, pemasukan jauh dari dulu,” ujarnya lirih.

Kini, para pedagang Gazebo hanya bisa berharap pada kebijakan pemerintah. Mereka menilai perlunya solusi nyata agar usaha kecil tetap bertahan—baik berupa lokasi berdagang yang lebih strategis maupun dukungan langsung terhadap keberlangsungan usaha.

“Buat saya, jualan ini bukan cuma cari untung, tapi satu-satunya profesi yang saya bisa. Ini sumber hidup saya dan keluarga,” kata Amang.

Menanggapi keluhan para pedagang, pihak Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menjelaskan bahwa relokasi PKL dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan demi kenyamanan bersama.
“Prinsipnya pemerintah tidak ingin mematikan usaha kecil. Relokasi dilakukan untuk menjaga ketertiban, tapi kami tetap membuka ruang dialog dan mencari solusi agar para PKL bisa tetap berusaha,” kata salah satu pejabat Dinas KUKM.

Pemerintah juga menyebut sedang menyiapkan program pendampingan dan alternatif lokasi berjualan yang dinilai lebih strategis.
“Kami berkomitmen agar ekonomi warga, khususnya PKL, tetap berjalan. Dukungan akan terus diberikan supaya para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian,” tambahnya.

Para pedagang kecil seperti Amang dan Pak Ali berharap janji pemerintah tersebut benar-benar terealisasi, agar mereka bisa kembali berjualan di tempat yang layak, dengan penghasilan cukup untuk menyambung hidup sekaligus menjamin masa depan anak-anak mereka.

(irawan Gunawan)

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Abah Rohman

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Saat Mengantar Bantuan Warga Kepulauan 3 Orang Meninggal Termaksud Camat Liukang Tupabbiring Pangkep Akibat Tengelam Mengunakan Perahu Jolloro

27 Desember 2025 - 21:07

Patroli Siang Sat Samapta Polres Tator Jaga Kamtibmas dan Berikan Imbauan kepada Masyarakat

11 Desember 2025 - 16:54

Sat Lantas Polres Tana Toraja Lakukan Patroli Blue Light Intensifkan Pengawasan Arus Kendaraan

11 Desember 2025 - 15:18

Lurah Barombong Pimpin Pelaksanaan Pencabutan Nomor Urut Calon Ketua RW dan RT, Dibagi Dua Tahap untuk Efisiensi

27 November 2025 - 21:44

Silaturahmi Irvan Baihaqi DPRD Bogor

Silaturahmi Irvan Baihaqi DPRD Bogor dengan RW RT Puspa Raya

27 November 2025 - 00:40