WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Putri Karlina, Wakil Bupati Garut, yang menyatakan dirinya telah gagal menjalankan tugas selama satu tahun masa jabatannya. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah pidato emosional di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat daerah Kabupaten Garut baru-baru ini.
Putri menyoroti lambatnya kinerja birokrasi dan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan yang ada. Menurutnya, ritme kerja yang ada saat ini tidak sebanding dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat Garut.
Kecepatan Birokrasi Menjadi Sorotan Utama
Dalam pidatonya, Putri menggunakan analogi sebuah kapal yang harus menembus ombak besar namun memiliki kecepatan yang tidak memadai. Ia merasa bahwa usahanya untuk memacu perubahan tidak mendapatkan respon yang seimbang dari sistem birokrasi yang ada.
“Kita mau menembus ombak dengan kecepatan sekian, kapal birokrasinya kecepatannya di bawah itu ya tidak tembus,” ujar Putri dengan nada tegas.
Ia menambahkan bahwa jika dirinya bekerja sendirian, perubahan yang dihasilkan hanya akan bersifat mikro. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya kerja sama tim untuk mencapai perubahan yang signifikan di Kabupaten Garut.
Komitmen Integritas: “Saya Tidak Main Proyek”
Selain mengevaluasi kinerjanya, Putri juga memberikan pernyataan keras terkait integritasnya sebagai pejabat publik. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), termasuk dalam pengerjaan proyek-proyek daerah atau jual-beli jabatan.
“Saya tidak main proyek ya, demi Allah juga tidak mainan proyek,” tegasnya. Putri juga menyoroti pentingnya menjaga akhlak dan moral dalam menjalankan pemerintahan, seraya mengingatkan bahwa penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara dapat membawa dampak negatif bagi kehidupan pribadi maupun sosial pejabat tersebut.
Harapan untuk Sisa Masa Jabatan
Di akhir pidatonya, Putri Karlina mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Garut untuk meningkatkan optimisme dan kinerja di sisa masa jabatannya yang masih tersisa empat tahun lagi. Ia berharap adanya sinergi yang lebih baik antara pimpinan dan staf agar perubahan yang diharapkan masyarakat dapat segera terwujud.
“Yang sudah kerja bener, jangan ikut-ikutan. Harus tetap bener di jalan yang lurus,” pungkasnya.
Pernyataan blak-blakan Putri Karlina ini menuai beragam reaksi dari masyarakat dan pengamat politik setempat, yang sebagian besar mengapresiasi keberaniannya dalam melakukan otokritik terhadap kinerjanya sendiri. (C S)
