WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut, 14 Februari 2026 – Momentum peringatan Hari Jadi Garut dimanfaatkan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Garut untuk menggelar aksi simbolik sebagai bentuk refleksi sekaligus pengingat terhadap komitmen kepemimpinan daerah.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai tersebut digelar sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap arah pembangunan serta realisasi janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Garut. Dalam kegiatan itu, para peserta membacakan pernyataan sikap, memasang poster reflektif, serta melakukan simbolisasi “pengingat janji” kepada kepala daerah.

Ketua Umum KAMMI Garut, Fikri Baehaki, menegaskan bahwa Hari Jadi Garut seharusnya tidak dimaknai sekadar sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi bersama terhadap capaian pembangunan daerah.
“Hari Jadi Garut harus menjadi ruang muhasabah bersama. Janji kampanye adalah komitmen moral dan politik yang harus diwujudkan. Kami hadir untuk mengingatkan, bukan menjatuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat,” ujar Fikri.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran sebagai agen kontrol sosial yang berkewajiban mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif. Kritik dan pengawasan yang dilakukan, lanjutnya, merupakan bentuk kontribusi demi memastikan kebijakan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.
Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI menyoroti sejumlah isu strategis daerah, di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanganan pengangguran, pemerataan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perhatian terhadap sektor pendidikan dan pemberdayaan pemuda.
Fikri menekankan bahwa pembangunan di Kabupaten Garut harus dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di wilayah pinggiran dan pedesaan.
“Kami berharap pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi benar-benar merata dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat. Kesejahteraan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan,” katanya.
Selain itu, KAMMI juga mendorong agar pemerintah daerah memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian pemuda.
Aksi simbolik tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Garut. KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan daerah secara kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab, demi terwujudnya Garut yang lebih maju, adil, dan sejahtera.(Red)












