WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT.jumat 13 September 2026.Semangat gotong royong kembali bergema di jantung Kota Garut. Di bawah langit pagi yang cerah, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, bersama para kader partai dan masyarakat, menggelar Gerakan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan di Jalan Ibrahim Adjie, Jumat, 13 Februari 2016.
Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalan. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi simbol kepedulian dan panggilan nurani untuk merawat ruang hidup bersama. Dengan mengenakan pakaian sederhana dan membawa peralatan kebersihan, Yudha Puja Turnawan turun langsung menyapu, mengangkut sampah, dan berinteraksi dengan warga. Kehadirannya di tengah masyarakat menghadirkan pesan kuat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan.

Dalam keterangannya, Yudha menjelaskan bahwa Gerakan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan yang mengusung tema “Gerakan Ngariksa Hate” merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Ia menegaskan bahwa “Ngariksa Hate” bukan hanya berarti menjaga kebersihan lingkungan secara fisik, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial.
“Ketika lingkungan kita bersih, hati kita pun ikut terasa lapang. Gerakan ini adalah ajakan untuk bersama-sama merawat Garut, dimulai dari hal sederhana, yaitu tidak membuang sampah sembarangan dan peduli terhadap sekitar,” ujar Yudha di sela-sela kegiatan.
Instruksi dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Garut. Pemerintah daerah mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan dan partai politik, untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan kebersihan lingkungan.
Jalan Ibrahim Adjie dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu akses penting yang ramai dilalui masyarakat. Di titik ini, aktivitas perdagangan, lalu lintas kendaraan, dan mobilitas warga berlangsung setiap hari. Dengan menjadikan kawasan strategis sebagai titik awal, diharapkan pesan kebersihan dapat menjalar ke seluruh penjuru Kabupaten Garut.
Para kader PDI Perjuangan tampak kompak bekerja sama, membuktikan bahwa gerakan sosial tidak mengenal sekat. Mereka membersihkan saluran air, mengumpulkan sampah plastik, serta mengedukasi warga sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan. Beberapa warga yang semula hanya menyaksikan akhirnya ikut turun tangan, memperlihatkan bahwa keteladanan mampu menumbuhkan partisipasi.
Gerakan ini juga menjadi refleksi bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kesadaran kolektif dan konsistensi tindakan. Sampah yang terlihat kecil hari ini, jika diabaikan, dapat menjadi persoalan besar di kemudian hari—menyumbat drainase, memicu banjir, dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Melalui “Gerakan Ngariksa Hate”, Yudha Puja Turnawan berharap tumbuh kesadaran baru bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari ibadah sosial dan wujud cinta terhadap daerah. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor perubahan, menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Di akhir kegiatan, suasana Jalan Ibrahim Adjie tampak lebih bersih dan tertata. Namun yang lebih penting, semangat kebersamaan yang terbangun menjadi modal sosial berharga. Gerakan ini menjadi bukti bahwa ketika hati diperiksa dan niat diluruskan, perubahan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Kabupaten Garut membutuhkan lebih banyak aksi nyata seperti ini—aksi yang tidak hanya membersihkan jalan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan rasa memiliki. Sebab pada akhirnya, merawat lingkungan adalah merawat masa depan.(opx)
Artikel ini masuk dalam: Informasi Seputar Garut.













