Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Berita

Rabu Wekasan 2025 Jatuh 20 Agustus, Begini Maknanya

Aninggell verified

Rabu Wekasan 2025 Jatuh 20 Agustus, Begini Maknanya Perbesar

Foto : Freepik

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025 atau 26 Safar 1447 H. Simak penjelasan makna Rabu Wekasan dalam tradisi Jawa-Islam
Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025 atau 26 Safar 1447 H. Simak penjelasan makna Rabu Wekasan dalam tradisi Jawa-Islam

JAKARTA – Rabu Wekasan 2025 bertepatan dengan 20 Agustus 2025 atau 26 Safar 1447 Hijriah. Tradisi ini diyakini sebagian masyarakat sebagai hari untuk berdoa, memohon keselamatan, dan menolak bala.

Kalender Jawa dan Hijriah masih menjadi pedoman penting bagi sebagian masyarakat Indonesia. Salah satu hari yang dianggap istimewa adalah Rabu Wekasan 2025 yang jatuh pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Apa Itu Rabu Wekasan?

Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan berarti Rabu terakhir di bulan Safar. Dalam tradisi Jawa-Islam, hari ini diyakini sebagai momentum turunnya bala atau bencana. Masyarakat pun mengisi hari tersebut dengan berbagai amalan ibadah, seperti shalat sunnah, doa bersama, membaca surat Yasin, hingga bersedekah.

Pemerhati budaya sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tundjung Wahadi Sutirto, menyebut tradisi ini sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kapan Rabu Wekasan 2025?

Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama (Kemenag), bulan Safar 1447 H dimulai pada 26 Juli 2025 dan berakhir 24 Agustus 2025. Dengan demikian, Rabu terakhir Safar atau Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025, bertepatan dengan 26 Safar 1447 H.

Meski begitu, di beberapa catatan lain ada yang menyebutkan Rabu Wekasan 2025 bertepatan dengan 29 Safar 1447 H. Perbedaan ini dipengaruhi variasi penentuan awal bulan Hijriah di sejumlah daerah. Namun esensinya tetap sama, yakni sebagai momen penuh doa dan harapan.

Makna Rabu Wekasan

Bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi tradisi, Rabu Wekasan bukan sekadar hari biasa. Ia dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat doa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjaga harmoni antara kehidupan spiritual dan budaya. Dengan begitu, tradisi Rabu Wekasan tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


Penulis : Divita

Fenomena “Strawberry Moon” Hiasi Langit Juni, Ini Makna di Baliknya

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Aninggell

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Perangkat Oranye Diduga Black Box ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

18 Januari 2026 - 21:04

BS Head PTPN IV Regional 4 Apresiasi Tim SDM Solid dan Berdaya Saing Tinggi

BS Head PTPN IV Regional 4 Apresiasi Tim SDM Solid dan Berdaya Saing Tinggi

13 Januari 2026 - 14:50

Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng

12 Januari 2026 - 20:03

CV Solo Indah Gandeng Askrida Lindungi UMKM Lewat Asuransi

CV Solo Indah Gandeng Askrida Lindungi UMKM Lewat Asuransi Kecelakaan Diri

26 Desember 2025 - 10:05

Wisuda Profesi AAMAI XXXII, 3 Pegawai Askrida Resmi Bergelar A2IK

Wisuda Profesi AAMAI XXXII, 3 Pegawai Askrida Resmi Bergelar A2IK

17 Desember 2025 - 10:42

Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025 atau 26 Safar 1447 H. Simak penjelasan makna Rabu Wekasan dalam tradisi Jawa-Islam
Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025 atau 26 Safar 1447 H. Simak penjelasan makna Rabu Wekasan dalam tradisi Jawa-Islam