WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H mengungkap data hilal negatif di seluruh Indonesia. Kriteria MABIMS (3-6,4) tidak terpenuhi, keputusan resmi awal puasa segera diumumkan pemerintah.
Jakarta, 17 Februari 2026 — Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 Hijriah memaparkan data astronomi yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Seluruh wilayah Indonesia dilaporkan tidak memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (3-6,4). Keputusan resmi awal puasa masih menunggu hasil musyawarah dan pengumuman pemerintah.
Sidang Isbat 1 Ramadan tahun ini berlangsung dengan perhatian tinggi dari masyarakat. Data hisab yang dipresentasikan dalam forum memperlihatkan kondisi hilal yang secara ilmiah sangat rendah, bahkan negatif, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Data Astronomi: Hilal Masih di Bawah Ufuk
Paparan ahli falak menyebutkan bahwa pada 29 Sya’ban 1447 H atau 17 Februari 2026 M, tinggi hilal di Indonesia berada pada rentang negatif.
Rentang Tinggi Hilal di Seluruh Wilayah
Tinggi hilal tercatat antara:
A. -2° 24’ 43” (-2,41°)
B. hingga -0° 55’ 41” (-0,93°)

Makna Tinggi Negatif
Tinggi negatif berarti posisi bulan sudah berada di bawah garis ufuk ketika matahari terbenam. Dengan kondisi tersebut, hilal secara teoritis tidak mungkin dapat terlihat karena bulan telah terbenam lebih dahulu dibanding matahari.
Elongasi Jauh di Bawah Ambang Batas
Selain tinggi hilal, parameter elongasi juga menjadi penentu utama dalam Sidang Isbat 1 Ramadan.
Angka Elongasi Nasional
Elongasi tercatat antara:
A. 0° 56’ 23” (0,94°)
B. hingga 1° 53’ 36” (1,89°)
Nilai tersebut masih sangat jauh dari syarat minimum visibilitas yang ditetapkan dalam kriteria MABIMS.
Standar MABIMS (3-6,4)
Kriteria terbaru MABIMS mensyaratkan:
Tinggi hilal minimum 3 derajat
Elongasi minimum 6,4 derajat
Karena kedua parameter tersebut tidak terpenuhi di seluruh wilayah NKRI, secara hisab hilal dinilai belum memenuhi syarat imkan rukyat.
Kombinasi Metode Hisab dan Rukyat
Penentuan awal Ramadan di Indonesia tidak hanya mengandalkan perhitungan astronomi. Pemerintah tetap memadukan metode hisab dan rukyat.
Hisab Bersifat Informatif
Hisab memberikan gambaran posisi geometris bulan terhadap matahari dan bumi. Data ini menjadi rujukan awal dalam forum sidang.
Rukyat Sebagai Konfirmasi Lapangan
Puluhan titik pemantauan di seluruh Indonesia melakukan observasi saat matahari terbenam. Laporan tersebut sedang diverifikasi dalam sidang tertutup bersama perwakilan ormas Islam dan instansi terkait.
Gelar Sidang Isbat, Kepastian Idulfitri 1446 H Segera Diumumkan
Implikasi Jika Hilal Tidak Terlihat
Apabila seluruh laporan rukyat menyatakan hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Berdasarkan perhitungan hisab, 1 Ramadan 1447 H secara matematis berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun penetapan final tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah.
Analisis Ilmiah: Mengapa Mustahil Dirukyat?
Secara astronomi, terdapat beberapa alasan kuat mengapa hilal diprediksi mustahil terlihat:
1. Bulan Terbenam Lebih Dahulu
Karena tinggi hilal negatif, bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.
2. Elongasi Terlalu Kecil
Dengan jarak sudut kurang dari 2 derajat, cahaya bulan belum cukup terpisah dari cahaya matahari.
3. Tidak Ada Zona Positif di Indonesia
Tidak ada satu pun wilayah yang menunjukkan tinggi hilal mencapai angka positif apalagi memenuhi batas 3 derajat.
Kondisi ini memperkuat kesimpulan bahwa peluang terlihatnya hilal sangat kecil bahkan mendekati nol secara ilmiah.
Menanti Pengumuman Resmi
Sidang Isbat 1 Ramadan masih berlangsung saat laporan ini disusun. Pemerintah akan mengumumkan keputusan resmi melalui konferensi pers setelah seluruh data diverifikasi.
Keputusan tersebut akan menjadi pedoman nasional bagi jutaan umat Islam dalam memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Masyarakat diimbau menunggu hasil resmi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Sidang Isbat 1 Ramadan menjadi momentum penting yang memadukan sains, syariat, dan musyawarah demi menjaga kepastian serta persatuan umat.
Baca Berita Lain : THR Segera Cair, Dorong Ekonomi Ramadan 2026
Banyak Negara Maju Andalkan Asuransi Umum Nasional
Artikel ini masuk dalam: Berita Utama, Keagamaan, Bulan Ramadhan, Ramadhan, Sidang Isbat, Berita Hari Ini Terkini, Berita Terkini Terbaru, News-Berita.


















1 Komentar
Komentar ditutup.