WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT, 6 MARET 2026 – Kemeriahan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 dan menyambut kesucian Ramadhan 1447 H terasa semakin hangat dan semarak tahun ini. Melalui surat Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nomor 400.14.1.1/684/Disparbud, Pemerintah Daerah resmi menggelar ajang bergengsi Ramadhan Fashion Festival (RAMFEST) 2026. Dihelat pada 4-7 Maret 2026 di Garut Plaza, acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ini bukan sekadar ajang pamer busana, melainkan wadah penguatan identitas budaya dan ekonomi kreatif daerah.
Prestasi Membanggakan dari Karangtengah
Salah satu sorotan utama jatuh pada kategori Fashion Show Competition SD Kelas 3-6 se-Kabupaten Garut. Meski harus bersaing ketat dengan peserta dari berbagai wilayah perkotaan, Nabila Naura Sucherman, siswi kelas 6 SDIT Cihanja, sukses memukau dewan juri dan menyabet gelar Juara 1. Keberhasilan Nabila menjadi bukti nyata bahwa bakat tidak mengenal batas geografis. Walaupun SDIT Cihanja berlokasi di kaki Gunung Kolelega, Desa Caringin, Kecamatan Karangtengah, kualitas dan kepercayaan diri siswanya mampu berbicara banyak di level kabupaten.
Dukungan Penuh Yayasan untuk Generasi Unggul
Ketua Yayasan SDIT Cihanja sekaligus tokoh masyarakat Garut, Ir. H. Dede Salahudin, M.M., menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini. Mantan anggota DPRD Garut periode 2019-2024 tersebut menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung penuh talenta siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Kami mendukung setiap kegiatan positif yang membuat anak-anak lebih berprestasi, mulai dari keagamaan, olahraga, hingga kebudayaan melalui pemanfaatan IPTEK,” ujar Dede Salahudin.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara iman dan takwa (IMTAK) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). “Keseimbangan keduanya harus selaras agar generasi mendatang memiliki character building yang kuat untuk membangun negeri ini di masa depan,” pungkasnya.
Tentang RAMFEST 2026
RAMFEST 2026 diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga kategori SKPD, organisasi kewanitaan (PKK, GOW, DW), serta BUMD. Acara ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat Garut untuk terus berkarya dalam nilai-nilai edukatif, religius, dan kearifan lokal. (Undang Wiga)
Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah, Wisata.






