Berita Daerah
×

Sebarkan artikel ini

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Tragedi Hajatan, GIPS: Mahasiswa Hebat,Bupati Harus Bertanggung Jawab Secara Makro

GARUT.4/03/2026. Ketua Garut Index Perubahan Strategis (GIPS), Ade Sudrajat, angkat bicara menyikapi aksi teatrikal mahasiswa di Alun-alun Garut yang menuntut penuntasan kasus tewasnya tiga warga dalam acara hajatan Wakil Bupati Garut.
Dalam keterangannya, Ade memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan mahasiswa yang dinilainya sebagai garda terdepan kontrol sosial di daerah. Namun, ia menekankan agar publik melihat persoalan ini secara lebih luas, terutama terkait garis koordinasi pemerintahan di Kabupaten Garut.

Apresiasi Gerakan Mahasiswa “Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan mahasiswa. Aksi teatrikal di Alun-alun itu adalah bukti bahwa nalar kritis di Garut tidak mati. Mereka adalah ‘alarm’ bagi kekuasaan agar hilangnya nyawa warga tidak dianggap sebagai angin lalu,” ujar Ade Sudrajat kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Menagih Tanggung Jawab Bupati, Meski peristiwa terjadi di kediaman Wakil Bupati, Ade justru melempar sorotan tajam kepada Bupati Garut sebagai pimpinan tertinggi daerah. Menurutnya, Bupati memiliki tanggung jawab administratif dan moral atas segala peristiwa yang terjadi di wilayah hukumnya, terutama yang melibatkan kerumunan massa besar.

“Bupati adalah leading sector. Secara makro, beliau bertanggung jawab memastikan SOP pengamanan dan perlindungan warga di setiap titik wilayah Garut berjalan. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau lemahnya pengawasan wilayah hanya karena penyelenggaranya adalah pejabat,” tegasnya.
Pembelaan Terhadap Wakil Bupati
Di sisi lain, Ade cenderung memberikan pandangan yang lebih lunak terhadap posisi Wakil Bupati Garut. Ia menilai musibah tersebut merupakan kejadian luar biasa yang tentu tidak diinginkan oleh tuan rumah manapun.

“Kita juga harus objektif. Saya yakin tidak ada satu pun orang, apalagi seorang pejabat, yang menginginkan hajatan pribadinya berujung duka. Wakil Bupati dalam hal ini juga terpukul secara sosial dan psikologis. Ada unsur musibah yang terjadi di luar kendali teknis beliau sebagai pribadi,” tambah Ade.

Serahkan ke Proses Hukum
Menutup pernyataannya, Ade Sudrajat menghimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh opini-opini liar. Ia menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian kasus ini saat ini berada di tangan aparat penegak hukum.

“Prinsipnya, hal-hal terkait unsur kelalaian atau pidana sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Mari kita beri ruang bagi penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan. Kita kawal bersama, namun tetap hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tutup Ketua GIPS tersebut.(opx)

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Taufik Hidayat

Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah.