WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut,.Pada siang hari yang terik, sekitar pukul 12.00 WIB, Senin 12 Januari 2026, ratusan siswa SMA YBHM yang berlokasi di Jalan Otista No. 66A, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mengalami kondisi yang memprihatinkan. Alih-alih menikmati waktu istirahat dan makan siang di lingkungan sekolah yang layak, para siswa justru terpaksa menyantap makanan di atas trotoar pinggir jalan. Hal ini terjadi karena gerbang sekolah dalam keadaan digembok, sehingga para siswa tidak memiliki akses untuk masuk ke area sekolah.
Peristiwa ini menjadi sorotan masyarakat sekitar. Ratusan anak sekolah tampak duduk berjejer di trotoar, sebagian bahkan harus berdiri sambil memegang kotak makanan. Mereka sedang menerima dan mengonsumsi pembagian MBG (Makan Bergizi Gratis), sebuah program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan mulia, yaitu mencerdaskan anak bangsa dan memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Namun, apa yang terjadi di SMA YBHM justru menunjukkan ironi yang mendalam. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan Dan kecerdasan siswa, pada pelaksanaannya di sekolah ini dinilai kurang tepat dan memprihatinkan di karenakan Sekolah mereka di Gembok. Para siswa terpaksa makan di trotoar karena tidak bisa masuk ke lingkungan sekolah yang digembok. Kondisi tersebut tentu jauh dari kata layak, aman, dan sehat bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan kenyamanan.
Trotoar tempat para siswa makan berada di karenakan siswa tidak bisa masuk ke sekolah dan ke kelas masing masing karena sekolah mereka di gembok dengan alasan ada sengketa tanah wakaf para siswa terpaksa makan di pinggir jalan raya yang ramai dilalui kendaraan. Debu jalanan, asap kendaraan bermotor, serta kebisingan lalu lintas menjadi ancaman nyata bagi kesehatan para siswa. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa situasi ini justru dapat berdampak buruk, karena makanan yang dikonsumsi berisiko terkontaminasi debu dan polusi udara. Padahal, aspek kebersihan dan kesehatan merupakan bagian penting dari tujuan utama program MBG itu sendiri.
Kejadian di SMA YBHM ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Program mulia Presiden Prabowo untuk mencerdaskan anak bangsa patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya. Namun demikian, pelaksanaannya di lapangan harus benar-benar memperhatikan kondisi nyata, agar tujuan baik tersebut tidak ternodai oleh kejadian-kejadian yang justru merugikan kesehatan dan martabat para siswa.(red)
Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah, Berita Viral Hari Ini, Pendidikan.
Berita Terbaru
- BS Head PTPN IV Regional 4 Apresiasi Tim SDM Solid dan Berdaya Saing Tinggi
- Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng
- Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng












