WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut, 5 Maret 2026 — Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, pada Rabu (5/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga bangunan rumah warga di Kampung Cimareme, RT 03/RW 08, Desa Tegalgede mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap rumah.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah merupakan milik Komar, warga setempat yang tinggal bersama tiga orang anaknya. Saat kejadian berlangsung, istri Komar, Siti, diketahui sedang berada di luar daerah untuk menjenguk anaknya di Kota Bogor.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, hujan turun dengan intensitas cukup deras sejak sore hari dan disertai tiupan angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Pada saat itu sebagian besar warga tengah mempersiapkan hidangan untuk berbuka puasa.
Tidak lama kemudian, angin kencang menerjang permukiman warga dan menyebabkan beberapa bagian atap rumah terangkat hingga terbawa angin.
Komar mengaku sempat terkejut ketika atap rumahnya tiba-tiba terangkat dan sebagian material bangunan berjatuhan. Peristiwa tersebut terjadi sangat cepat sehingga ia hanya bisa menyelamatkan diri bersama anak-anaknya di dalam rumah.
Akibat terjangan angin tersebut, sebagian atap rumah Komar mengalami kerusakan cukup serius. Selain itu, beberapa tiang penyangga serta genteng rumah dilaporkan roboh dan menimpa sejumlah perlengkapan rumah tangga yang berada di bagian dapur.
Sejumlah peralatan dapur seperti piring dan gelas dilaporkan pecah akibat tertimpa material bangunan yang jatuh dari bagian atap rumah. Meski demikian, warga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain rumah milik Komar, dua rumah warga lainnya yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang.
Warga setempat menyebutkan, kejadian hujan disertai angin kencang tersebut berlangsung dalam waktu singkat namun cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan rumah.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, kerugian yang dialami warga sebagian besar berupa kerusakan pada bagian bangunan rumah serta perlengkapan rumah tangga yang rusak akibat tertimpa material bangunan.
Saat kejadian berlangsung, istri Komar, Siti, tidak berada di rumah karena sedang berada di Kota Bogor untuk menjenguk anaknya. Ia baru mengetahui kabar kerusakan rumah tersebut setelah mendapat informasi dari keluarga dan warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, warga menyampaikan bahwa belum ada kunjungan dari aparat pemerintahan setempat untuk melakukan peninjauan langsung maupun pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak hujan disertai angin kencang tersebut.
Masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani, sehingga aktivitas keluarga yang terdampak dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, warga juga berharap adanya langkah penanganan maupun bantuan yang dapat meringankan beban keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim hujan yang sering disertai angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.
(Jajang ab)
Artikel ini masuk dalam: Bencana Alam, Berita Daerah.






