WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Peringati Hari Pohon Sedunia , komunitas SSC Tanami dan rawat tugu peringatan di Teras Cimanuk
Garut, 10 Januari 2026
Komunitas Sekolah Sungai Cimanuk di Awal Tahun 2025, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) melakukan Gerakan dan aksi nyata bersih-bersih dan tanam pohon di lokasi Tugu peringatan tragedi bencana banjir bandang (Lapang Paris) Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (10/1/2026).
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddafi mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian serta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian Alam lingkungan dan sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim.
“Dengan menanam pohon, kita dapat membantu menyerap karbon, menghasilkan oksigen dan menjaga keseimbangan Lingkungan Alam,” tegas Mulyono.
Menurut Dia, Hari Sejuta Pohon sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Di mana gerakan ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 10 Januari 1993.
Tujuan utamanya untuk mengatasi deforestasi dan degradasi lahan.
Mulyono menyebut, pohon memiliki peran vital sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen dan penyangga kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
“Dengan menanam pohon, kita dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim, mencegah banjir dan menjaga keseimbangan alam,” ungkapnya.
“Mari kita jadikan Hari Sejuta Pohon ini sebagai langkah awal untuk hidup lebih selaras dengan alam,” imbuhnya.
Pihaknya akan terus berupaya merawat dan menjaga tugu peringatan bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang terjadi pada 20 September 2016 lalu.
Saat ini, dipenuhi lumut, rumput liar, sampah. Sehingga nampak terlihat sangat kumuh.
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk menyayangkan, tugu yang dibangun dengan biaya besar itu sebagai bentuk peringatan untuk manusia agar mencintai alam. Dengan begitu, alam juga akan mencintai kita.
“Buat apa dibangun tugu megah dengan biaya besar kalau tidak dijaga dan dirawat? Kami akan tanami pohon secara bertahap supaya ekosistemnya terjaga untuk meminimalisir terjadinya bencana,” janji Mulyono.
“Ini juga bagian dari Kami dalam menyosialisasikan mitigasi bencana di Lapang Paris yang diikuti 42 perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB) se-kabupaten Garut,” pungkasnya. (Undang Wiga)
Artikel ini masuk dalam: Lingkungan Hidup.
Berita Terbaru
- BS Head PTPN IV Regional 4 Apresiasi Tim SDM Solid dan Berdaya Saing Tinggi
- Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng
- Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng











