WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
JAKARTA – 5 Agustus 2025 diprediksi akan menjadi hari dengan durasi paling singkat sepanjang tahun ini, menyusul fenomena serupa yang terjadi pada 9 dan 22 Juli lalu.
Berdasarkan laporan situs pemantau waktu global timeanddate.com, rotasi Bumi pada 5 Agustus 2025 akan berlangsung lebih cepat 1,52 milidetik dibandingkan rata-rata durasi satu hari normal, yaitu 86.400 detik. Sebelumnya, pada 9 Juli dan 22 Juli, waktu rotasi juga terpangkas masing-masing sebesar 1,3 dan 1,38 milidetik.
Mengapa 5 Agustus Jadi Hari Terpendek?
Mengutip penjelasan ilmiah dari Live Science, fenomena ini terjadi karena Bumi berputar lebih cepat pada porosnya. Kecepatan rotasi Bumi dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam, seperti posisi Bulan, posisi Matahari, serta variasi gravitasi Bumi sendiri.
Pada tanggal-tanggal seperti 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus, posisi Bulan berada lebih jauh dari khatulistiwa dan lebih dekat ke kutub Bumi. Ini menyebabkan tarikan gravitasi Bulan terhadap rotasi Bumi berubah, memicu peningkatan kecepatan rotasi.
Ilmuwan dari Geoscience Australia, Oleg Titov, mengonfirmasi bahwa hari terpendek biasanya terjadi antara bulan Juli hingga Agustus, kemudian diikuti oleh perlambatan rotasi pada bulan-bulan berikutnya seperti November hingga Maret.
“Ada konsensus bahwa Bumi akan melambat kembali, tapi percepatan bisa tetap terjadi dalam beberapa dekade,” ungkap Titov kepada The Guardian.
Catatan hari terpendek yang pernah tercatat sebelumnya adalah 5 Juli 2024, ketika rotasi Bumi berlangsung kurang 1,66 milidetik dari waktu normal.
Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Modern?
Meski hilangnya waktu hanya dalam skala milidetik, dampaknya cukup besar terhadap sistem teknologi modern.
David Gozzard, peneliti senior di University of Western Australia, mengatakan bahwa waktu yang sangat presisi diperlukan untuk menjaga sinkronisasi berbagai sistem teknologi, seperti jaringan komunikasi, perbankan digital, sistem listrik, dan GPS.
“Kita mentransmisikan data sangat cepat. Semua harus diberi tanda waktu akurat, supaya sistem tahu data mana yang dikirim ke mana,” kata Gozzard.
Sementara itu, Dr Michael Wouters, kepala waktu dan frekuensi di National Measurement Institute, menambahkan bahwa pengetahuan tentang waktu sangat penting, bahkan untuk aktivitas harian seperti bercocok tanam.
“Semakin kompleks masyarakat, semakin penting ketepatan waktu,” jelas Wouters.
Timnya kini menggunakan jam atom untuk melacak waktu hingga skala nanodetik, dengan sistem ganda untuk memastikan akurasi tetap terjaga setiap saat.
Pentingnya Menjaga Ketepatan Waktu
Fenomena hari terpendek 5 Agustus 2025 menjadi pengingat bahwa Bumi bukanlah sistem statis. Perubahan sekecil apapun dalam rotasi bisa berdampak besar terhadap sistem global modern. Meski tak terasa langsung oleh manusia, presisi waktu adalah fondasi banyak teknologi yang kita andalkan setiap hari.
Editor : Aninggell
MPLS 2025 Ramah Digelar 14–18 Juli, Fokus Penguatan Karakter Murid
Artikel ini masuk dalam: Berita, Berita Terkini - Terbaru - Hari Ini, Budaya, Ekonomi, Hukum, Kesehatan, Militer, Olahraga dan sebagianya, Pemerintahan, Pendidikan, Politik, Sosial, Teknologi.
Berita Terbaru
- BS Head PTPN IV Regional 4 Apresiasi Tim SDM Solid dan Berdaya Saing Tinggi
- Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng
- Camat Tamalate H. Emil Yudiyanto Tadjuddin Bersama Lurah Barombong Tinjau Langsung Pengerukan Drainase dan Penanganan Jalan Rusak di Jalan Bonto Biraeng











