Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Daerah

Direktur GIPS (Garut Indeks Perubahan Strategi) Ade Sudrajat Menyoroti Pariwisata Garut yang Dinilai Kurang Serius dan Kurang Proporsional dalam Mendorong PAD

verified

Direktur GIPS (Garut Indeks Perubahan Strategi) Ade Sudrajat Menyoroti Pariwisata Garut yang Dinilai Kurang Serius dan Kurang Proporsional dalam Mendorong PAD Perbesar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

  Portal Warta Bela Negara Garut 26 Oktober 2025. Direktur Garut Indeks Perubahan Strategi (GIPS), Ade Sudrajat, menyoroti kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Garut yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan dan arah strategi yang jelas dari
  Portal Warta Bela Negara Garut 26 Oktober 2025. Direktur Garut Indeks Perubahan Strategi (GIPS), Ade Sudrajat, menyoroti kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Garut yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan dan arah strategi yang jelas dari

 

Portal Warta Bela Negara Garut 26 Oktober 2025. Direktur Garut Indeks Perubahan Strategi (GIPS), Ade Sudrajat, menyoroti kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Garut yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan dan arah strategi yang jelas dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata. Menurutnya, potensi pariwisata Garut yang begitu besar seharusnya dapat menjadi salah satu sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam keterangannya, Ade menyampaikan bahwa Garut memiliki keunggulan geografis dan kekayaan alam yang luar biasa—mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga sejarah—yang jika dikelola dengan profesional dapat memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak destinasi wisata yang belum tertata, promosi yang tidak maksimal, serta sinergi antarlembaga yang lemah.

> “Garut seharusnya bisa menjadi salah satu kabupaten dengan PAD terbesar di Jawa Barat dari sektor pariwisata. Tapi kalau melihat kondisi sekarang, sepertinya pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan yang memadai. Dinas Pariwisata juga terlihat belum bekerja secara proporsional dalam mengelola potensi yang ada,” ujar Ade Sudrajat.

Lebih lanjut, Ade menilai bahwa masih banyak kebijakan dan program kerja di sektor pariwisata yang bersifat seremonial tanpa strategi keberlanjutan yang jelas. Ia menegaskan perlunya arah kebijakan baru yang lebih inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata.

> “Pemerintah jangan hanya fokus pada event musiman atau festival tahunan tanpa memperhatikan pembinaan dan pengembangan destinasi secara berkelanjutan. Harus ada roadmap yang jelas, target PAD yang realistis, dan dukungan nyata terhadap pelaku usaha wisata,” tambahnya.

Menurut Direktur GIPS tersebut, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat lokal, serta pihak swasta. Ia juga menekankan pentingnya data dan riset dalam menentukan strategi promosi dan pengembangan pariwisata agar lebih tepat sasaran.

Ade Sudrajat menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Garut, terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, agar lebih serius dalam melakukan pembenahan dan menata arah kebijakan sektor pariwisata. Ia mengingatkan bahwa jika pengelolaan sektor ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, pariwisata tidak hanya akan menjadi penggerak utama ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Garut.

> “Kami di GIPS siap memberikan masukan, data, serta strategi berbasis analisis agar pembangunan pariwisata Garut lebih terarah dan berdampak nyata. Tapi tentu saja, semua itu harus didukung oleh kemauan politik dan komitmen dari pemerintah daerah,” tegas Ade.

Sebagai penutup, Ade Sudrajat berharap agar momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi dapat menjadi titik awal bagi Dinas Pariwisata Garut untuk melakukan introspeksi dan memperkuat strategi pembangunan pariwisata yang lebih profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ia optimistis, dengan manajemen yang baik dan dukungan kebijakan yang tepat, Garut bisa kembali menjadi destinasi unggulan di Jawa Barat.(Opx)

Artikel ini masuk dalam: Daerah.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Redaksi Garut

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link
Koperasi Desa Merah Putih Bojong Baru

Koperasi Desa Merah Putih Bojong Baru Disiapkan, Sosialisasi Awal Digelar

31 Desember 2025 - 01:13

Pedagang Sayur Rp10 Ribu Bebas Pilih di Puspa Raya Jadi Daya Tarik Warga

Pedagang Sayur Rp10 Ribu Bebas Pilih di Puspa Raya Jadi Daya Tarik Warga

17 Desember 2025 - 17:47

Pemilihan Ketua Forum Komunikasi Graha Kartika–Puspa Raya 2026–2029

Pemilihan Ketua Forum Komunikasi Graha Kartika–Puspa Raya 2026–2029

30 November 2025 - 18:05

Ketua Umum Banteng Komando Dan Staf Pengurus Perkuat Solidaritas dengan Penyerahan KTA Di Setiap Kunjungan 13 Koramil Kodim 1408/MKS

20 November 2025 - 22:10

Paparan Kinerja Posyandu RW 12 dan Program Kesehatan Lansia

Paparan Kinerja Posyandu RW 12 dan Program Kesehatan Lansia

14 November 2025 - 22:21

  Portal Warta Bela Negara Garut 26 Oktober 2025. Direktur Garut Indeks Perubahan Strategi (GIPS), Ade Sudrajat, menyoroti kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Garut yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan dan arah strategi yang jelas dari
  Portal Warta Bela Negara Garut 26 Oktober 2025. Direktur Garut Indeks Perubahan Strategi (GIPS), Ade Sudrajat, menyoroti kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Garut yang dinilainya belum menunjukkan keseriusan dan arah strategi yang jelas dari