WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Â Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025: Kesehatan Jiwa Adalah Investasi Masa Depan
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025: Momentum Peduli Kesehatan Mental, Jabar Luncurkan KJOL dan Gerakan Sekolah Sehat Pancawaluya
WARTABELANEGARA.COM – Setiap 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Peringatan ini pertama kali digagas pada 1992 oleh World Federation for Mental Health (WFMH) dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejak itu, peringatan ini menjadi agenda tahunan yang mendorong advokasi, edukasi, serta pembentukan kebijakan publik terkait kesejahteraan jiwa manusia.
Saat kali pertama diperingati, tidak ada tema khusus. Tujuan utamanya adalah mengampanyekan pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa dan pendidikan masyarakat tentang isu kejiwaan. Kini, peringatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat layanan kesehatan mental di semua lapisan.
Sejak Peristiwa Pandemi dan Lonjakan Masalah Kesehatan Mental
Sejak pandemi Covid-19, isu kesehatan mental semakin mendapat sorotan. Ketakutan, hoaks, tekanan sosial, serta isolasi panjang menimbulkan dampak psikologis berat bagi masyarakat.
Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Elly Marliyani, hasil survei Puslitbangkes Kemenkes 2020 mencatat 6,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas, dan 85,3 persen di antaranya tidak memiliki riwayat psikiatri sebelumnya.
Data ODGJ dan Landasan Hukum tentang Kesehatan Jiwa di Jawa Barat
- Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jabar bisa dilihat dalam link ini : Jumlah ODGJ di Jabar
- Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa : Perda Nomor 5 Tahun 2018
Studi RSCM FK UI pada April–Juni 2020 juga menemukan peningkatan penggunaan gawai hingga 11,6 jam per haridan kenaikan kecanduan internet pada remaja sebesar 19,3 persen. Lonjakan ini turut memengaruhi kestabilan emosional dan kesejahteraan mental di kalangan pelajar.
Inovasi Pemprov Jabar: Konsultasi Jiwa Online (KJOL)
Sebagai respons terhadap meningkatnya kasus gangguan mental, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar)meluncurkan inovasi digital bernama Konsultasi Jiwa Online (KJOL) — dibaca Kajol.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengakses konsultasi daring dengan psikiater atau psikolog melalui nomor 0812-2129-2020 (WhatsApp) atau situs  https://rsj.jabarprov.go.id/
Jika tidak ditemukan gangguan kejiwaan, pasien akan mendapat psikoterapi suportif, sedangkan yang menunjukkan gejala akan diarahkan ke RSJ Provinsi Jabar di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Selain KJOL, Pemprov Jabar juga menyediakan krisis center di dua lokasi:
📞 RSJ Provinsi Jabar: 022-27012 119
📞 Grha Atma Bandung: 022-20509 119
Layanan ini dihadirkan untuk memberikan pertolongan cepat bagi masyarakat yang mengalami krisis psikologis, depresi, atau tekanan emosional berat.
Fokus 2025: Kesehatan Mental di Lingkungan Pendidikan
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 di Jawa Barat mengusung tema “Gerakan Sekolah Sehat Berfilosofi Pancawaluya”, yang menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Menurut Psikiater dr. Teddy Hidayat, Sp.Kj, perhatian besar perlu diberikan kepada generasi muda yang tengah menempuh pendidikan.
“Terlebih untuk generasi muda di sekolah maupun perguruan tinggi, kesehatan mental mereka harus dijaga. Pendidikan berperan penting dalam membentuk kualitas mental yang sehat,” ujarnya dalam acara talk show menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di SMAN 8 Bandung, 1 Oktober 2025.
Filosofi Pancawaluya, lanjut Teddy, berakar dari nilai-nilai lokal Sunda yang mencakup Cageur (sehat secara fisik dan mental), Bener (baik), dan Pinter (cerdas). Konsep ini menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kesehatan emosional dalam sistem pendidikan.
Screening dan Pelatihan Mental Health di Sekolah
Teddy menegaskan pentingnya screening kesehatan mental di kalangan pelajar untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Kesehatan mental adalah kondisi ketika seseorang mencapai kesejahteraan psikologis. Lingkungan sekolah yang kurang kondusif bisa memicu stres, depresi, atau kecemasan,” katanya.
Faktor-faktor risiko seperti dukungan orang tua, kualitas pengajar, dan interaksi sosial di sekolah sangat berpengaruh terhadap kondisi mental siswa.
Jika siswa merasa tidak nyaman, gejalanya bisa muncul dalam bentuk absenteeism (sering bolos) atau presenteeism (hadir tetapi tidak produktif).
Karena itu, intervensi kesehatan mental di sekolah harus bersifat menyeluruh — mulai dari pencegahan, deteksi dini, dukungan berkelanjutan, hingga rehabilitasi.
Selain itu, penting pula menumbuhkan psychological well-being atau kesejahteraan psikologis melalui pembelajaran dan pengalaman hidup yang membangun self growth atau pertumbuhan diri.
“Pembangunan kesehatan mental di sekolah harus mengakui bahwa kebutuhan dan kesempatan individu bisa memperkaya kebijakan kesehatan jiwa di dunia pendidikan,” ungkap Teddy.
Pelatihan Kesehatan Mental untuk Siswa
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Pelatihan Kesehatan Mental (Mental Health Training for Students) digelar di sejumlah sekolah di Jawa Barat.
Program ini dirancang agar siswa memiliki wawasan luas tentang isu kesehatan mental serta kesadaran untuk mencari bantuan profesional saat dibutuhkan.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga mengubah sikap dan perilaku, termasuk mengurangi stigma serta mendorong siswa untuk terbuka terhadap konsultasi psikologis,” kata Teddy.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi TKKJM Jawa Barat bersama Biro Kesra Setda Jabar, Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, TP PKK Kota Bandung, serta Yayasan Ruang Empati Jiwa yang diprakarsai oleh dr. Teddy Hidayat.
Sinergi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa isu kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian serius di tingkat provinsi.
Kesehatan Jiwa Adalah Investasi Masa Depan
Melalui inovasi digital, kolaborasi lintas sektor, dan pendekatan berbasis pendidikan, Jawa Barat berupaya menjadikan kesehatan mental sebagai pondasi penting dalam pembangunan manusia.
“Diharapkan masyarakat sadar bahwa kesehatan jiwa adalah investasi jangka panjang bagi keluarga dan bangsa,” tutup dr. Elly Marliyani.
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 pun menjadi pengingat bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis harus menjadi hak dasar setiap warga negara.(FAAL)
Kesehatan Mental dalam Keadaan Darurat Kemanusiaan
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025: Pulih Bersama di Tengah Krisis Kemanusiaan
Perwira Psikologi TNI Beri Pelatihan Kesehatan Mental
Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah, Kesehatan Jiwa, Berita News, gangguan mental, Jawa Barat, kesehatan mental, Konsultasi Jiwa Online (KJOL), RSJ Provinsi Jabar, World Mental Health Day, Berita Terkini Terbaru, Kesehatan, Pemerintahan dan Kebijakan Daerah.
Berita Terbaru
- Bersinergi dengan Ketua RT dan RW, Satlinmas Barombong Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif Melalui Patroli Wilayah dan Posko Bersama Kelurahan Barombong
- Biddokkes Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Hasil Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, 1 Korban Teridentifikasi
- Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bersama Pihak terkait Mengumumkan Hasil Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500














Komentar ditutup.