Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Resmi Umumkan Pemain Baru, Siapa Saja ? 13 Perusahaan Tambang Dapat Hak Istimewa di Raja Ampat oleh Pemerintah Longsor Tambang Batu Alam di Gunung Kuda Cirebon, 4 Tewas dan Puluhan Pekerja Tertimbun Garut Berduka: Ledakan Amunisi di Pantai Cibalong Tewaskan 11 Orang Arus Balik Lebaran 2025 Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Breaking News:  Hari Raya Idul Fitri 1446 H Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025

Berita Daerah

Janda Tua Didatengin Anggota DPRD Yudha Puja Turnawan Di Hari Ibu

Taufik Hidayat verified

Janda Tua Didatengin Anggota DPRD Yudha Puja Turnawan Di Hari Ibu Perbesar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

GARUT — Momentum Hari Ibu 22 Desember 2025 dimaknai secara mendalam oleh Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, dengan menyapa langsung denyut kehidupan masyarakat kecil. Ia mengunjungi seorang janda tua penjual rujak di Kampung Ciawitali Wetan RT 01 RW 09 Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Dalam kunjungan penuh empati tersebut, Yudha Puja Turnawan menyerahkan bantuan uang tunai untuk menambah modal usaha berjualan rujak asinan, sekaligus bingkisan sembako sebagai bentuk kepedulian nyata di Hari Ibu.

Kunjungan itu turut dihadiri Kasi Trantib Kecamatan Bayongbong, Kepala Desa Bayongbong, serta pendamping Linjamsos Kecamatan Bayongbong, sebagai bagian dari ikhtiar kolaboratif antara wakil rakyat dan unsur pemerintahan.

Yudha Puja Turnawan menjelaskan secara langsung kondisi ibu yang dikunjunginya.

“Saya Yudha Puja Turnawan Anggota DPRD Kabupaten Garut bersama Bapak Aip Saripudin Kasi Trantib Kecamatan Bayongbong, bersama Bapak Agus Nazar Kepala Desa Bayongbong, bersama bapak Hari Mukti Pendamping Linjamsos kecamatan Bayongbong, kita menengok ibu Ati Rohati seorang janda yang rumahnya ini tidak layak huni di Kampung Ciawitali Wetan RT 01 RW 09 Desa Bayongbong Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut.”

Ia mengungkapkan, kondisi rumah ibu Ati sangat memprihatinkan sehingga untuk sementara harus mengontrak di desa yang sama. Dalam kesehariannya, ibu Ati bertahan hidup dengan berjualan rujak di lingkungan sekolah dasar di sekitar Desa Bayongbong.

“Karena rumahnya sangat menghawatirkan ibu Ati sementara mengontrak di Desa yang sama, sehari hari ibu Ati berjualan Rujak dilingkungan sekolah SD di Dekat Desa Bayongbong untuk bisa menafkahi anaknya.”

Ibu Ati memiliki lima orang anak, tiga di antaranya telah menikah, sementara dua lainnya masih tinggal bersama dan masih menempuh pendidikan.

“Anaknya ada 5 yang 3 sudah menikah yang 2 masih bersama dan masih bersekolah.”

Dalam suasana Hari Ibu, Yudha menekankan bahwa sosok ibu tunggal seperti ibu Ati adalah pejuang keluarga yang layak mendapat penghormatan dan perhatian negara.

“Dimomentum hari ibu tanggal 22 Desember 2025 ini kami bersama-sama menengok ibu Ati Rohati sebagai pejuang keluarga kita mengucapkan selamat hari ibu kita harus mengapresiasi dedikasi beliau dimana suaminya sudah meninggal dan beliau berjuang untuk menafkahi anaknya sitenggah keterbatasan dan tentu ini membutuhkan kehadiran negara juga bagi ibu ibu tunggal.”

Tak berhenti pada bantuan simbolik, Yudha juga mendorong langkah konkret melalui jalur kebijakan dan program sosial.

“Barusan saya meminta kepada Pemerintah Kecamatan Bayongbong agar mengoptimalkan kolaborasi pendanaan pemerintah kecamatan bisa mengusulkan kepada Baznas Garut untuk perbaikan rumah maupun bantuan kewirausahaan karena di Baznas ada namanya program Garut Makmur.”

Ia juga meminta pendamping Linjamsos agar segera menyiapkan usulan bantuan ke Kementerian Sosial.

“Kemudian kepada Bapak Haris pendamping Linjamsos saya meminta dibuatkan usulan RST kepada kementerian sosial dan usulan kewirausahaan juga kepada kementerian sosial disana ada bantuan kewirausahaan yang berbasis keluarga yang memang diutamakan untuk lansia tunggal seperti ibu Ati ini.”

Berdasarkan data sosial ekonomi nasional, kondisi ibu Ati tergolong memprihatinkan.

“Ibu Ati ini dikategorikan Desil 3 di Datang Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dan di kategorikan dan kalau kita lihat kondisinya ini sangat miskin.”

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ibu Ati pernah menerima bantuan sosial, namun sudah hampir dua tahun tidak lagi mendapatkannya.

“Sebelumnya pernah mendapatkan bantuan PKH dan BPNT dan sudah hampir dua tahun kebelakang tidak mendapatkan kembali tentu beliau masih sangat layak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.”

Menutup kunjungannya, Yudha Puja Turnawan menyampaikan harapan besar agar Hari Ibu tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum keberpihakan nyata.

“Dimomentum hari ibu ini semoga kita bisa berikhtiar bersama sama membantu para ibu ibu tunggal yang menyandang status janda yang berjuang menafkahi anaknya.(Opx)

Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah, Informasi Seputar Garut.

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Taufik Hidayat

Facebook Telegram Pinterest WhatsApp Copy Link

Saat Mengantar Bantuan Warga Kepulauan 3 Orang Meninggal Termaksud Camat Liukang Tupabbiring Pangkep Akibat Tengelam Mengunakan Perahu Jolloro

27 Desember 2025 - 21:07

Patroli Siang Sat Samapta Polres Tator Jaga Kamtibmas dan Berikan Imbauan kepada Masyarakat

11 Desember 2025 - 16:54

Sat Lantas Polres Tana Toraja Lakukan Patroli Blue Light Intensifkan Pengawasan Arus Kendaraan

11 Desember 2025 - 15:18

Lurah Barombong Pimpin Pelaksanaan Pencabutan Nomor Urut Calon Ketua RW dan RT, Dibagi Dua Tahap untuk Efisiensi

27 November 2025 - 21:44

Silaturahmi Irvan Baihaqi DPRD Bogor

Silaturahmi Irvan Baihaqi DPRD Bogor dengan RW RT Puspa Raya

27 November 2025 - 00:40