Berita Daerah

Menu Program Makanan Bergizi Gratis di SDN Muara 2 Jadi Perhatian Warga,Di Sorot Orang Tua Murid

×

Menu Program Makanan Bergizi Gratis di SDN Muara 2 Jadi Perhatian Warga,Di Sorot Orang Tua Murid

Sebarkan artikel ini

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

Garut, 27 Februari 2026.
Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa di SDN Muara 2, Desa Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, mendapat perhatian dari sejumlah orang tua murid dan masyarakat setempat.

Program yang bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak usia sekolah tersebut dinilai sangat penting dalam menunjang pertumbuhan, kesehatan, serta konsentrasi belajar siswa. Namun demikian, sebagian warga mulai mempertanyakan komposisi menu makanan yang dibagikan kepada para siswa dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (27/2/2026), menu MBG yang diterima siswa memiliki variasi berbeda sesuai jenjang kelas.

Untuk siswa kelas 3, paket makanan yang dibagikan terdiri atas:
Ubi rebus sebanyak 2 buah
Pisang 1 buah
Roti 1 buah
Abon 1 porsi
Kurma 3 butir
Ikan asin teri 3 ekor
Buah pir 1 buah

Sedangkan siswa kelas 5 menerima menu berupa:
Roti 1 buah
Ubi rebus 2 buah
Pisang 1 buah
Buah pir 1 buah
Ikan asin teri 4 ekor
Kurma 3 butir
Abon 1 porsi

Sejumlah orang tua murid menyampaikan pertanyaan terkait penggunaan ikan asin teri sebagai bagian dari menu utama program MBG. Mereka mempertanyakan apakah jenis makanan tersebut telah memenuhi standar makanan bergizi yang direkomendasikan bagi anak-anak usia sekolah dasar, terutama dari sisi kandungan protein, kadar garam, serta keseimbangan nutrisi harian.

Menurut beberapa warga Kampung Muara, program MBG diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumsi tambahan, tetapi juga benar-benar memperhatikan prinsip gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein hewani maupun nabati, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak.

Warga juga membandingkan menu yang diterima pada hari sebelumnya, yakni Kamis (26/2/2026), di mana paket makanan dilaporkan berisi dua potong ayam bagian tulang punggung, satu buah pir, ubi rebus, abon, serta tiga butir kurma. Perbedaan komposisi menu tersebut kemudian memunculkan diskusi di kalangan orang tua mengenai konsistensi kualitas dan nilai gizi makanan yang diberikan setiap harinya.

Masyarakat berharap pihak pelaksana program, khususnya tenaga kesehatan dan petugas gizi yang bertanggung jawab dalam penyusunan menu MBG, dapat melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan makanan yang disalurkan telah sesuai dengan standar kesehatan anak sekolah.

Selain itu, warga juga mendorong agar pengawasan terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi kepada siswa, dilakukan secara profesional dan transparan demi menjaga kualitas layanan program pemerintah tersebut.

Program MBG sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan status gizi anak serta mendukung terciptanya generasi yang sehat dan produktif. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat melalui masukan dan pengawasan dinilai menjadi bagian penting dalam penyempurnaan pelaksanaan program di lapangan.

Hingga berita ini disusun, masyarakat berharap adanya penjelasan maupun pendampingan dari pihak terkait agar pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa penerima manfaat.

(Jajang ab)

WBN-Fingerprint: wartabelanegara.com-2026
Artikel ini diterbitkan pertama kali di wartabelanegara.com oleh Taufik Hidayat

Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah.