WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Garut.03/03/2026.Menurut pengakuan Ade, seorang warga Kampung Babakan RT 2 RW 4, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, telah terjadi dugaan ketidakterbukaan informasi terkait pembangunan yang dilakukan oleh pihak pabrik Ciomy di wilayah tersebut. Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan dan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi Ade dan keluarganya yang rumahnya berada cukup dekat dengan lokasi pembangunan.
Ade menuturkan bahwa pada awalnya pihak Ciomy datang kepada warga untuk meminta tanda tangan persetujuan. Saat itu, menurut penjelasan yang diterima Ade, pembangunan yang akan dilakukan disebut sebagai pembangunan kontrakan atau kos-kosan. Dengan informasi tersebut, Ade dan beberapa warga lainnya merasa tidak keberatan dan memberikan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan.
Namun, setelah proses berjalan, Ade mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa bangunan yang didirikan ternyata bukan kontrakan atau kos-kosan, melainkan sebuah pabrik. Ia merasa ada perbedaan antara penjelasan awal yang disampaikan kepada warga dengan kenyataan pembangunan yang terjadi di lapangan. Hal inilah yang kemudian memunculkan rasa kecewa dan merasa dibohongi oleh pihak terkait.
Sejak pabrik tersebut mulai beroperasi, Ade menyampaikan bahwa setiap hari sekitar pukul 14.00 siang tercium bau amis yang menyengat hingga ke lingkungan Kampung Babakan. Bau tersebut, menurutnya, paling terasa di sekitar rumahnya dan rumah bapaknya yang lokasinya berdekatan dengan area pabrik. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama saat beraktivitas di siang hari.
Ade mengungkapkan bahwa bau tersebut cukup menyengat dan membuat warga merasa tidak nyaman. Ia berharap adanya perhatian dan tanggung jawab dari pihak Ciomy atas dampak yang dirasakan masyarakat sekitar. Menurutnya, jika sejak awal disampaikan secara terbuka bahwa yang akan dibangun adalah pabrik, maka warga dapat mempertimbangkan kembali persetujuan mereka dan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dampak lingkungan yang mungkin timbul.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi yang jujur antara pihak pengembang atau perusahaan dengan masyarakat sekitar. Dalam setiap pembangunan, terutama yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, transparansi menjadi hal utama agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekecewaan di kemudian hari.
Ade berharap ada dialog antara warga Kampung Babakan dan pihak Ciomy untuk mencari solusi terbaik. Ia juga menginginkan agar kenyamanan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas, sehingga hubungan antara perusahaan dan warga dapat berjalan secara harmonis tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.(***)
Artikel ini masuk dalam: Berita Daerah.












